Probolinggo, SNN.com - Ratusan warga Desa Racek, Desa Wedusan dan Desa Jangkang, kecamatan Tiris Kabupaten Probolinggo, menggelar aksi damai untuk menyampaikan aspirasi terkait kelanjutan pembangunan Jalan Raya Condong-Segaran yang hingga kini belum rampung. Senin, 31-08-2026.
Warga menilai keberadaan jalan tersebut sangat penting karena menjadi salah satu akses utama yang menunjang aktivitas masyarakat, sekaligus berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut. Mereka berharap pembangunan jalan segera dilanjutkan hingga tuntas.
Dalam aksi tersebut, sejumlah warga juga menyebut penghentian pembangunan jalan diduga berkaitan dengan adanya persoalan yang melibatkan salah satu organisasi kemasyarakatan (ormas). Namun, warga menegaskan bahwa aksi yang dilakukan bukan untuk mencari persoalan maupun menciptakan gesekan, melainkan menyampaikan aspirasi agar ditemukan solusi atas pembangunan Jalan Raya Condong-Segaran.
Ketua GRIB Jaya Kabupaten Probolinggo, Abd Ghofur atau yang akrab disapa Aponk, mengatakan pihaknya hadir untuk mendampingi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi secara damai.
“Ratusan warga dari Desa Jangkang, Desa Wedusan dan Desa Racek pada intinya datang untuk mencari solusi. Tujuan kita bukan menciptakan masalah, tetapi menyelesaikan masalah,” ujar Aponk.
Menurutnya, kelanjutan pembangunan Jalan Raya Condong-Segaran akan memberikan banyak dampak positif bagi masyarakat. Salah satunya adalah terbukanya peluang peningkatan perekonomian warga karena akses jalan yang lebih baik dapat mendukung aktivitas perdagangan maupun sektor pariwisata.
“Kalau jalan ini terbangun dengan baik, insyaallah akan lebih banyak nilai positifnya. Salah satunya bisa meningkatkan perekonomian masyarakat. Kalau ada wisata dan akses jalannya bagus, wisatawan tentu akan lebih tertarik datang. Itu memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk meningkatkan perekonomiannya,” jelasnya.
Aponk menegaskan, GRIB Jaya Kabupaten Probolinggo tidak datang sebagai pihak yang ingin memperkeruh keadaan. Organisasi tersebut, kata dia, hanya mendampingi warga dalam menyampaikan aspirasi dan berharap persoalan pembangunan jalan dapat segera mendapatkan titik terang.
Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat, Ustadz Sudiryo, mengatakan kedatangan warga dari tiga desa tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap akses jalan yang selama puluhan tahun menjadi harapan mereka.
“Kami datang bersama masyarakat Desa Wedusan, Desa Racek dan Desa Jangkang. Intinya, masyarakat meminta agar jalan ini segera dilanjutkan pembangunannya. Ini bukan sekadar keluhan, tetapi sudah menjadi impian masyarakat selama puluhan tahun,” ungkapnya.
Ia berharap pemerintah daerah dan pihak terkait dapat memberikan perhatian serius terhadap tuntutan masyarakat. Menurutnya, jalan yang layak tidak hanya memudahkan mobilitas warga, tetapi juga akan memperlancar berbagai aktivitas masyarakat dan mendukung peningkatan perekonomian.
“Kami berharap Jalan Raya Condong-Segaran segera dilanjutkan. Masyarakat sangat membutuhkan jalan ini karena nantinya aktivitas warga akan lebih lancar dan perekonomian juga diharapkan semakin berkembang,” katanya.
Ustadz Sutiryo juga menyampaikan apresiasi kepada GRIB Jaya Kabupaten Probolinggo yang telah hadir mendampingi masyarakat dalam aksi damai tersebut. Ia berharap aspirasi warga dapat diteruskan kepada Pemerintah Kabupaten Probolinggo maupun pihak-pihak terkait agar segera ada tindak lanjut yang konkret.
Sejumlah warga Desa Wedusan, Desa Racek dan Desa Jangkang yang mengikuti aksi tersebut juga menyampaikan harapan serupa. Mereka meminta kelanjutan pembangunan Jalan Raya Condong-Segaran tidak kembali terhenti sehingga masyarakat dapat segera menikmati akses jalan yang lebih aman, nyaman dan mendukung aktivitas ekonomi.
Warga menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi secara damai. Mereka berharap pemerintah dan pihak terkait dapat duduk bersama mencari solusi terbaik sehingga pembangunan Jalan Raya Condong-Segaran dapat segera di laksanakan. (Aripin)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar