Sorot Nuswantoro News

Berita Online dan cetak, "CEPAT, TEPAT, LUGAS DAN BERANI" dari LAMONGAN untuk NUSANTARA


Sabtu, 31 Juli 2021

Irmupli Desak Kadiskes Aru Copot Para Tenaga Medis di Puskesmas Doka Barat


Kepulauan Aru, SNN.com – Samuel Steven Irmupli, salah satu Anggota Pansus Covid-19 DPRD Kabupaten Kepulauan Aru mendesak Pelaksana Tugas Harian (PLH) Kepala Dinas Kesehatan, dr. Wati mencopot para tenaga medis yang bertugas di Puskesmas Doka Barat, Kecamatan Aru Selatan.

Desakan anggota Legislatif jebolan Partai PKB itu disampaikan pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Pansus Covid-19 DPRD Kepulauan Aru bersama Satuan Tugas (Satgas) Covid-19  dengan Dinas Kesehatan setempat Selasa pekan kemarin.

"Saya minta, PLH Kepala Dinas Kesehatan, dr Wati segera mencopot para tenaga medis yang ditugaskan di Puskesmas Doka Barat karena tindakan mereka terhadap Almarhrum Jhon Torlay sudah diluar batas kemanusiaan," tandas Irmuply.

Menurut  Irmuply, Almarhrum Jhon Torlay, warga Desa Jelia, Kecamatan Aru Selatan sebelumnya  menderita sakit sehingga terpaksa harus dilarikan ke Puskesmas Doka Barat yang merupakan desa tetangga terdekat.

Sayangnya tiba di Desa Doka Barat, para medis yang bertugas di Puskesmas tersebut menolak melakukan tindakan penyelamatan terhadap Almarhrum dengan dalil ada 7 orang warga Desa Jelia telah dinyatakan positif Covid-19, dan akhirnya sekitar pukul 02.00 WIT, iAlmarhrum akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di atas kapal motor yang ditumpangi saat itu.

"Saya dapat informasi akurat terkait kasus meninggalnya Almarhum bapak Jhon Torlay. Beliau awalnya sakit terus dilarikan ke Puskesmas Doka Barat untuk meminta bantuan kesehatan, namun karena di desa Jelia katanya sudah ada 7 orang yang dinyatakan positif Corona sehingga Almarhum tidak dilayani dari pukul 09.00 WIT hingga meninggal pukul 02.00 WIT. Kenapa meninggal? Karena diterjang hujan angin hingga akhirnya almarhum menghembuskan nafas terakhirnya di atas kapal motor," bebernya.

Ironisnya lagi, kendati Almarhum belum sedikitpun mendapatkan tindakan medis, namun oleh petugas kesehatan di Puskesmas  Doka Barat mengklaim yang bersangkutan terpapar Covid-19.

"Katanya Almarhum positif Corona tapi anehnya Almarhum  belum disentuh sama sekali oleh pelayanan medis. Terus kenapa langsung pihak Puskesma di Doka Barat langsung memvonis yang bersangkutan terpapar Corona ?” herannya.

Lanjut dia menegaskan, apa yang menjadi permintaanya harus ditindak lanjuti oleh Plh. kepala dinas kesehatan, dr. Wati yang hingga saat ini masih menjabat selaku Direktur RSUD Cenderawasih Dobo. 

"Apa yang saya sampaikan dalam forum ini harus segera ditindak lanjuti oleh 
saudara dr Wati selaku PLH kepala dinas kesehatan saat ini," tandasnya lagi.

Reporter : Nus Yerusa
Editor      : Wafa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SOROT NUSWANTORO NEWS "dari LAMONGAN untuk NUSANTARA"