Bojonegoro, SNN.com - Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang (DPU BMPR) Bojonegoro angkat bicara terkait proyek pembangunan jalan rigid beton di Desa Ngaglik, Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Proyek yang bersumber dari anggaran Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) Tahun 2025/2026 ini dikabarkan kurang transparan. Diduga projek bangunan
jalan Rigit memiliki beberapa keretakan pada bangunan beton. Dilansir dari berita dutacybermedia.or.id
Kepala Bidang Jalan DPU BMPR Bojonegoro, Iwan Maulana, menyatakan bahwa pihaknya hanya memiliki tugas pokok dan fungsi (tupoksi) monitoring. "Kami akan segera mengecek ke lokasi proyek desa Ngaglik, jika nanti terjadi seperti apa yang diberitakan, kami akan memberikan laporan hasil nya dari lokasi proyek jalan rigit desa Ngaglik ke inspektorat kabupaten Bojonegoro," katanya.
Iwan juga menambahkan bahwa pihaknya tidak hanya memonitoring desa Ngaglik saja, tetapi juga desa lainnya di Bojonegoro yang sedang membangun jalan rigid beton. "Kami malah bareng-bareng ke lokasi proyek jalan, inspektorat, LSM, dan media juga kita monitoring langsung ke lapangan," katanya.
Iwan juga menekankan bahwa pihaknya akan menunggu laporan dari pihak desa sebelum melakukan pengecekan lapangan. "Nanti jika terjadi hasil temuan PU BMPR, inspektorat, dan teman-teman wartawan, kita akan laporkan ke inspektorat dan hasilnya pihak inspektorat melaporkan ke Bupati," ujarnya.
Sementara itu, upaya menghubungi Kepala Desa Ngaglik, Suncoko, melalui WhatsApp belum membuahkan hasil. Pesan yang dikirimkan belum dibalas, dan statusnya hanya centang satu. Hingga berita ini diturunkan, belum ada jawaban dari pihak desa.
Reporter: Lukman

Tidak ada komentar:
Posting Komentar