Sorot Nuswantoro News

Berita Online dan cetak, "CEPAT, TEPAT, LUGAS DAN BERANI" dari LAMONGAN untuk NUSANTARA


Sabtu, 05 September 2026

Pemkab Kobar Perkuat Penanganan Karhutla, 400 Personel Siaga 24 Jam

Pangkalan Bun, SNN.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah. Penanganan dilakukan secara berkelanjutan selama 24 jam, sekaligus memberikan pelayanan kepada masyarakat yang terdampak kabut asap.

Bupati Kobar Hj. Nurhidayah mengatakan seluruh unsur terkait masih dikerahkan untuk memastikan penanganan karhutla berjalan maksimal. Personel dari BPBD, TNI-Polri, Pemadam Kebakaran, organisasi perangkat daerah (OPD), hingga relawan Masyarakat Peduli Api (MPA) tetap bersiaga di lapangan.

“Penanganan karhutla dan pelayanan kepada masyarakat yang terdampak kabut asap terus kami jalankan penuh selama 24 jam, tanpa jeda. Seluruh personel terus bersiaga di lapangan dan kami akan terus memperkuat langkah-langkah ini hingga kondisi benar-benar terkendali,” ujar Nurhidayah, Jumat (4/9/2026).

Berdasarkan data hingga 2 September 2026, luas lahan yang terbakar di wilayah Kobar mencapai sekitar 1.800 hektare. Kecamatan Kumai dan Arut Selatan menjadi wilayah yang tercatat mengalami dampak terluas.

Sementara itu, masih terdapat tujuh titik karhutla aktif yang kini ditangani tim gabungan. Salah satu lokasi dengan titik kebakaran terbesar berada di ruas Jalan Pangkalan Bun–Kotawaringin Lama.

Sebagai langkah memperkuat kesiapsiagaan, Pemkab Kobar kembali memperpanjang status tanggap darurat karhutla. Perpanjangan ketiga tersebut berlaku mulai 4 hingga 18 September 2026.

Lebih dari 400 personel gabungan tetap ditempatkan di sejumlah lokasi rawan. Mereka berasal dari berbagai OPD, Kodim, BPBD, Pemadam Kebakaran serta MPA di tingkat desa.
Pelayanan Warga Terdampak Kabut Asap
Selain fokus pada pemadaman, pemerintah daerah juga mengambil langkah untuk mengurangi dampak kabut asap terhadap masyarakat.

Dinas Kesehatan Kobar telah mendistribusikan sebanyak 2.000 masker kepada BAZNAS Kobar untuk selanjutnya dibagikan kepada warga terdampak, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia.
Dapur umum yang dikelola Dinas Sosial dengan dukungan Satpol PP juga masih beroperasi guna memenuhi kebutuhan konsumsi petugas yang bertugas di lapangan maupun di posko induk.

BPBD Kobar juga memperluas penanganan dengan mengantisipasi dampak musim kemarau, termasuk potensi keterbatasan air bersih di sejumlah wilayah.

Pemkab Usulkan Helikopter Water Bombing
Untuk mempercepat pemadaman, Pemkab Kobar telah mengusulkan bantuan helikopter water bombing kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

Helikopter tersebut diharapkan dapat ditempatkan di Bandara Iskandar Pangkalan Bun sehingga bisa segera dikerahkan untuk membantu pemadaman dari udara, khususnya pada lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

“Pemkab juga terus memperkuat koordinasi lintas sektor guna mengatasi kendala akses lokasi dan keterbatasan sumber air di beberapa titik kebakaran,” jelasnya.

Perhatian terhadap Keselamatan Petugas
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan penghormatan atas pengabdian relawan pemadam kebakaran Ahmadin alias Itam Madin yang meninggal dunia pada 30 Agustus 2026 setelah mengalami sesak napas usai bertugas menangani karhutla.

Nurhidayah menegaskan keselamatan petugas dan relawan juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Dukungan tenaga medis di posko dan lokasi penanganan aktif akan diperkuat.
Selain itu, dilakukan pengaturan rotasi dan pembatasan waktu kerja bagi personel untuk mengurangi risiko kelelahan serta gangguan pernapasan akibat paparan asap.

Pemkab juga memastikan ketersediaan alat pelindung diri, masker dan oksigen portabel bagi petugas maupun relawan yang berada di lokasi kebakaran.

Bupati mengimbau masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api serta mengurangi aktivitas di luar rumah ketika kondisi kabut asap cukup pekat.

Pemerintah daerah bersama TNI-Polri, BPBD, relawan, BAZNAS dan seluruh elemen masyarakat akan terus memperkuat sinergi hingga kondisi karhutla di Kobar benar-benar terkendali.(Gusti/Amat.J).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SOROT NUSWANTORO NEWS "dari LAMONGAN untuk NUSANTARA"