Sorot Nuswantoro News

Berita Online dan cetak, "CEPAT, TEPAT, LUGAS DAN BERANI" dari LAMONGAN untuk NUSANTARA


Senin, 18 Mei 2020

Di Duga Ada Potongan Bansos dari APBN dan APBD, Ratusan Warga Jembayat, Tegal Demo Kepala Desa

Tegal, SNN.com - Kepala Desa Jembayat, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal di grudug ratusan warga terkait dugaan Potongan - potongan Bansos 600.000 dari APBN dan Beras 20 Kg dari APBD.

Ratusan warga Desa Jembayat yang tidak mendapatkan bantuan maupun yang mendapatkan kemudian di potong, beramai - ramai mendatangi Kantor Desa setempat, Senin (18/5/2020).

Aksi demo warga di sebabkan di berbagai Wilayah RW, ada Potongan - potongan Bantuan sosial 600.000 yang dari APBN. Besaran potongan nya bervariatif antara Rp.100.000 hingga Rp. 300.000.

Bahkan sebelum nya, beberapa Warga yang komplain atas potongan Dana Bansos tersebut sempat mendapat ancaman dari oknum RW. Salah satunya bernama Hendy yang keluarga nya mendapat Bantuan sosial kemudian di potong.


Kerika "Erwin" salah satu peserta Aksi demo sempat bertanya kepada kepala desa mengenai Dana Operasional Penanggulangan dan Pencegahan Covid-19 yang bersumber dari Dana Desa.

Kades Jembayat Prima Adam di depan para Peserta Aksi mengatakan tidak ada dana Operasional Penanggulangan dan Pencegahan Covid-19 yang bersumber dari Dana Desa

Erwin kemudian menunjukkan Bukti Lembaran Hasil MUSDES atas Perubahan Alokasi Dana Desa teruntuk hal tersebut ada anggaran sebesar Rp, 225.000.000.

Di tempat terpisah, Agus Susanto Ketua BPD Desa Jembayat saat di konfrontir oleh beberapa peserta Aksi, Agus Susanto juga menunjukan Lembar Keputusan Musdes tentang Alokasi Operasional Pencegahan Covid 19 sebesar Rp.225.000.000

ketua BPD juga menunjukan adanya Berita Acara Alokasi Anggaran tersebut pada saat Musdes.

Urip Haryanto salah satu tokoh masyarakat setempat yang di hubungi Wartawan mengaku dirinya tidak tau jika warga desa nya menggerudug Kepqala Desa Jembayat terkait potongan Bansos.

"Inggih Pak, Sebelum nya saya tidak tahu kalau ada Demo Warga Desa Jembayat menggerudug Kantor Desa. Dan itu rupanya aksi spontan dari Warga yang merasa Penyaluran Bansos Covid 19, tidak tepat sasaran, "Ujarnya singkat.

Urip menambahkan, Saya dapat kabar justru dari beberapa Peserta Aksi Warga waktu saya sedang di tempat kerja. (Wf/red).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SOROT NUSWANTORO NEWS "dari LAMONGAN untuk NUSANTARA"