Kepulauan Aru, SNN.com - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cebdrawasih Dobo, kini memasuki era baru. Dibawah kepemimpinan Direktur dr. Mathin Haurisa, Sp.PD.MH, ditahun ini RSUD Cendrawasih Dobo, mengalami peningkatan Pelayanan Kesehatan dengan focus pada Keramahan dan Efisiensi, Upaya menekan angka Rujukan ke Luar Daerah, serta penanganan masalah obat-obatan dan oksigen di wilayah Kepulauan Aru.
Selama bertahun-tahun RSUD Cendrawasih Dobo dihadapkan pada tantangan kekurangan Dokter Spesialis Obstetri Ginekologi (Sp.OG) atau dikenal sebagai dr. Kandungan /Obgyn adalah spesialis kesehatan reproduksi wanita. Tantangan ini akhirnya terjawab dibawah nakhoda direktur dr. Marthin Haurisa yang menjalin kerja sama antara RSUD Cendrawasih Dobo dengan Fakultas Kedokteran Unifersitas Diponegoro, Semarang untuk mendatangkan Dokter Residen Obstetri Ginekologi (Obgyn). Menurut Haurissa bahwa dokter Residen adalah dokter umum yang menjalani pendidikan dokter spesialis yang sudah pada tahap akhir dan tinggal menunggu wisuda untuk menyandang gelar SpOG.
“RSUD Cendrawasih Dobo, menjalin kerjasama dengan Fakultas Kedokteran Unifersitas Diponegoro untuk mendatangkan Dokter Residen Obsgin (Dokter Umum yang menjalani Pendidikan Dokter Spesialis dan sudah pada tahap akhir, tinggal menunggu wisuda untuk menyandang gelar SpOG)”. Tulis dr. Haurissa melalui pesan whatsapp-nya kepada wartawan media ini, selasa 10/02/26.
Disebutkan, ada 4 orang yang tergabung dalam satu tim selaku perwakilan pimpinan Fakultas Kedokteran Undip yang datang ke Aru untuk melakukan Visitasi Program Studi Spesialis Obstetri dan Ginekologi ke RSUD Cendrawasih Dobo. 4 orang tersebut diantaranya adalah :
1. Wakil Dekan Sumber Daya, atas nama, Nuryanto
2. Ketua Departemen Kedokteran Spesialis Surgikal, atas nama, Sigid Kirana Lintang Bhima
3. Ketua Program Studi Kedokteran Spesialis Obstetri dan Ginekologi, atas nama, Ratnasari Dwi Cahyanti
4. Koordinator Kerja Sama, atas nama, Ignatius Edward Kurnia Setiawan Limijadi.
“Mereka selama 2 hari mulai dari tanggal 9-10 februari mengunjungi RSUD dan melihat kesiapan untuk kerjasama”. Tulisnya.
Selama bertahun-tahun, kata Haurisa, upaya untuk mendatangkan dokter spesialis kandungan, akhirnya baru tercapai skarang.
“Selama ini hanya bisa datangkan dokter anak, dokter bedah dan anestesi, tetapi untuk dokter spesialis kandungan selalu mengalami tantangan, dan baru sekarang ini bisa tercapai”. Sebutnya.
Dengan komitmen yang kuat juga dari Bupati Aru, Timotius Kaidel, tantangan kekuarangan dokter Kandungan akhirnya terjawab melalui kerja sama dengan dokter Residen dari Fakultas Kedokteran UnDip Semarang. Dengan kehadiran dokter residen di RSUD Cendrawasih Dobo, wilayah Kepulauan Aru bisa menjadi pusat rujukan utama dalam meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak di Kapulauan Aru.
Secara umum, RSUD Cendrawasih Dobo, dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi RS jejaring pendidikan guna mendukung pemerataan pelayanan kesehatan yang focus pada kesehatan Ibu dan anak di wilayah Kepulauan Aru.
Salah satu sumber RSUD Cendrawasih Dobo, yang namanya tidak disebut mengapresiasi langkah bijak yang dilakukan Direktur Marthin Haurisa. Sumber menyebutkan bahwa pengangkatan dr. Marthin Haurisa sebagai Direktur RSUD Cendrawasih Dobo belum sampai 6 bulan, tetapi dr. Haurissa telah menyelesaikan beberapa tantangan besar, diantaranya adalah datangkan dokter Residen spesialis Kandungan, pengadaan Oksigen dan juga pencairan dana Silva RSUD yang sekian tahun mengendap di Rekening kas Daerah dan baru dicairkan untuk menjawab tantangan pelayanan di RSUD Cendrawasih Dobo.
“Belum sampe 6 bulan tetapi beliau sudah menjawab tantangan besar. Datangkan dokter Kandungan, pengadaan oksigen dan mencairkan silva RSUD yang mengendap di rekening Kas Daerah. Itu semua dilakukan hanya untuk kesenangan masyarakat di Kepulauan Aru tercinta”. Ucapnya. (Moses)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar