Kepulauan Aru, SNN.com - Pembangunan landscape halaman Kantor Bupati Kabupaten Kepulauan Aru, kini tengah dipacu. Proyek milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kepulauan Aru ini dikejar penuntasannya guna mengantisipasi penggunaan lokasi tersebut untuk pelaksanaan Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 pada 17 Agustus 2026 mendatang.
Sebelumnya, paket pekerjaan Pembangunan Landscape Halaman Kantor Bupati ini sempat mengalami kendala administratif di mana proses tender dinyatakan gagal sebanyak dua kali, yakni pada penayangan tanggal 4 Juni dan 6 Juli 2026.
Kontraktor Pelaksana, Buce Rahayaan, menjelaskan bahwa pengerjaan fisik proyek ini difokuskan pada dua item utama, yakni pembangunan trap (tangga) dan talud penahan tanah. Pengerjaan yang meliputi pembongkaran hingga struktur awal tersebut telah berjalan kurang lebih dua minggu.
Buce memastikan pihaknya sebagai kontraktor pelaksana berkomitmen mengondisikan pengerjaan agar rampung dan siap digunakan sebelum hari H upacara bendera. "Untuk menjawab pelaksanaan Upacara HUT Kemerdekaan RI ke-81 tahun, saya kondisikan pekerjaan sampai tanggal 13 Agustus 2026. Saya usahakan untuk bekerja semaksimal mungkin," ujar Buce saat dimintai keterangannya.
Meski demikian, Buce tidak memungkiri adanya sejumlah kendala teknis di lapangan, terutama menyangkut ketersediaan bahan material dan keterbatasan tenaga kerja. Pasokan pasir hitam yang digunakan untuk menjaga kualitas konstruksi saat ini mengalami kelangkaan di pasaran.
"Semua tergantung bahan material yang tersedia. Saya tidak menggunakan pasir pantai, tetapi menggunakan pasir hitam, dan saat ini stoknya terbatas. Jadi pengerjaan kita akan sesuaikan dengan ketersediaan material," tambahnya.
Dari segi ketersediaan tukang, keterbatasan tenaga kerja lokal membuat pihak pelaksana harus membagi dan merestrukturisasi tim di lapangan. Pengerjaan struktur trap menuju bangunan kantor bupati sementara waktu memberdayakan tenaga kerja yang sedang menangani proyek kantor Kejaksaan Negeri Kepulauan Aru. Sementara untuk pengerjaan talud, kontraktor pelaksana mendatangkan tenaga kerja tambahan dari Tual. "Untuk pekerjaan talud nantinya akan ditangani oleh tukang yang baru didatangkan dari Tual," jelas Buce.
Di akhir keterangannya, Buce mengapresiasi respons positif dari berbagai pihak terkait percepatan proyek ini. Pihaknya menitikberatkan bahwa fokus utama pengerjaan saat ini adalah pemanfaatan area guna mendukung kelancaran agenda nasional tersebut, yang nantinya akan dilanjutkan dengan tahap perapian seperti pemasangan keramik.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan insan pers di Kepulauan Aru untuk memberikan dukungan penuh demi suksesnya persiapan tempat penyelenggaraan momen bersejarah tersebut.
"Ini bukan event pribadi saya, tetapi terkait dengan event nasional. Jadi kita sama-sama harus mendukung, sehingga jika ada kekurangan kita bisa saling berkoordinasi demi melancarkan pekerjaan ini," pungkasnya. (Moses)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar