Kepulauan Aru, SNN.com - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru menggelar upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun 2026 dengan khidmat di Lapangan Apel Kantor Bupati Kabupaten Kepulauan Aru, Kamis (1/10/2026).
Peringatan tahun ini mengusung tema nasional, “Pancasila Pemersatu Bangsa menuju Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”. Upacara ini diikuti dengan antusias oleh seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru.
Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, hadir dan bertindak langsung sebagai Inspektur Upacara. Jalannya upacara juga didukung oleh jajaran pejabat penting daerah yang memegang peran utama, antara lain, sebagai Perwira Upacara, Asisten II Setda Bidang Pembangunan dan Perekonomian, Mohamad Kadhafi Rumra. Komandan Upacara, Staf Ahli Bupati Bidang SDM dan Kemasyarakatan, Gabriel Morwarin, S.Pi. dan Pembaca Ikrar Kesaktian Pancasila adalah Asisten I Setda Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Drs. Karel E. Huwae, M.H.
Puncak acara di tandai dengan pembacaan Naskah Ikrar Kesaktian Pancasila oleh Drs. Karel E. Huwae. Pembacaan naskah tersebut menegaskan kembali kesadaran mendalam atas berbagai rongrongan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sejak proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, yang kerap terjadi, akibat kelengahan bangsa terhadap upaya-upaya untuk menumbangkan Pancasila.
Melalui momentum ikrar tersebut, seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru bersama rakyat Indonesia menyatakan tekad yang bulat untuk terus mempertahankan, mengamalkan, serta mengamankan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai ideologi negara demi tetap tegaknya keutuhan NKRI.
Usai Upacara, Bupati Timotius Kaidel dalam keterangannya kepada Pers, menyampaikan bahwa peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak boleh hanya dimaknai sebagai agenda seremonial belaka. Lebih dari itu, momentum ini harus menjadi refleksi mendalam bagi seluruh elemen masyarakat di Bumi Jargaria untuk mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam menjalankan roda pemerintahan.
“Pancasila bukan sekadar simbol atau hafalan, tetapi ideologi yang hidup dan merekatkan kita semua. Menjaga keutuhan NKRI dan memperkuat persatuan di tengah keberagaman adalah harga mati bagi kita semua," Tegasnya.
Bupati juga menekankan pentingnya peran serta aktif aparatur pemerintah dan masyarakat Kepulauan Aru dalam menangkal segala bentuk ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan (ATHG) yang dapat memecah belah persaudaraan bangsa, terutama persaudaraan Bumi Jar Garia.
“Mari kita jaga Falsafah Leluhur yang sudah mengakar di Kabupaten Kepulauan Aru, yaitu, “Sita Eka Tu Sita Kaka Walike” Kita Adalah Satu, Orang Basudara”. Ajaknya. (Moses)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar