Pangkalan Bun, SNN.com - Dalam upaya memperkuat sistem keselamatan pasien serta meminimalisir potensi kendala dalam operasional pelayanan, RSUD Sultan Imanuddin (RSSI) Pangkalan Bun menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Penandatanganan Komitmen Manajemen Risiko yang diikuti jajaran manajemen, kepala unit, hingga staf klinis dan non-klinis, Sabtu (14/2).
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi standar akreditasi rumah sakit yang menekankan pentingnya identifikasi, evaluasi, serta penyusunan strategi mitigasi terhadap berbagai potensi risiko di lingkungan pelayanan kesehatan.
Direktur RSSI Pangkalan Bun, Fachruddin, menegaskan bahwa penerapan manajemen risiko yang efektif menjadi kunci utama dalam menciptakan pelayanan yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan.
“Manajemen risiko bukan hanya tugas komite tertentu, melainkan tanggung jawab kolektif. Kita harus jeli melihat potensi risiko, baik risiko klinis yang berdampak langsung pada pasien, maupun risiko non-klinis seperti fasilitas dan manajerial,” ujarnya.
Menurutnya, rumah sakit harus mampu memetakan potensi masalah sejak dini sebelum risiko tersebut berkembang menjadi insiden yang merugikan pasien maupun institusi.
Dalam sosialisasi tersebut, seluruh unit kerja diarahkan untuk menyusun Risk Register (Daftar Risiko) secara komprehensif. Beberapa poin utama yang ditekankan meliputi identifikasi risiko di masing-masing unit, analisis tingkat dampak dan kemungkinan terjadinya risiko, penyusunan rencana perbaikan dan mitigasi, serta penguatan budaya pelaporan insiden di lingkungan rumah sakit.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari langkah strategis RSSI dalam mempertahankan predikat Akreditasi Paripurna. Dengan sistem manajemen risiko yang terstruktur dan berjalan efektif, mutu pelayanan diharapkan terus meningkat serta kepercayaan masyarakat Kabupaten Kotawaringin Barat terhadap layanan kesehatan daerah semakin terjaga.
“Dengan pemahaman yang merata mengenai manajemen risiko, kita optimistis dapat memberikan perlindungan maksimal bagi pasien, pengunjung, maupun seluruh staf yang bertugas di rumah sakit ini,” tutup Fachruddin. (Guswan)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar