Bojonegoro, SNN.com - Program Domba Kesejahteraan di Kabupaten Bojonegoro mengalami peningkatan pada tahun ini.
Jika sebelumnya setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) hanya menerima sepasang domba — satu jantan dan satu betina — mulai tahun ini, setiap penerima bakal mendapatkan tiga ekor domba, terdiri dari satu jantan dan dua betina.
Perubahan ini tertuang dalam perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) yang saat ini masih menanti pengesahan.
Lebih Banyak Domba, Lebih Cepat Berkembang Biak. Sekretaris Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Bojonegoro, Elfia Nuraini, menjelaskan bahwa penambahan jumlah domba per keluarga bukan tanpa alasan.
"Dua domba betina dan satu jantan," ungkap Elfia.
Dengan adanya dua indukan betina di setiap rumah tangga, diharapkan proses pertambahan jumlah ternak menjadi lebih cepat.
Tujuan utamanya adalah mempercepat terbentuknya aset produktif melalui kelahiran anak-anak domba, sehingga manfaat ekonomi jangka panjang bagi keluarga penerima dapat dirasakan lebih cepat.
Jumlah Penerima Juga Bertambah, Kepala Bidang Peternakan Disnakkan Bojonegoro, Indra Firmansyah, menyampaikan bahwa jumlah penerima manfaat juga ikut bertambah.
Uraian Jumlah
APBD Induk 3.325 KPM
Penambahan P-APBD + 250 KPM, Total Penerima 3.575 KPM
Pada anggaran awal, program ini telah dialokasikan dana sebesar Rp 21 miliar. Penambahan anggaran untuk membiayai tambahan penerima dan peningkatan jumlah domba per keluarga masih menanti pengesahan P-APBD.
Bimbingan Berlangsung, Penyaluran Target September
Sebelum domba diserahkan, seluruh penerima terlebih dahulu mengikuti bimbingan teknis agar mampu merawat dan mengembangkan ternaknya dengan baik.
"Rata-rata setiap hari ada tiga lokasi bimbingan teknis," ungkap Indra.
Bimbingan teknis dijadwalkan berlangsung hingga September 2026. Penyaluran domba kepada seluruh KPM direncanakan dilakukan setelah seluruh tahap bimbingan selesai.
"Paling cepat September penyaluran," tegas Indra.
Tujuan: Menekan Angka Kemiskinan Lewat Ternak, Program Domba Kesejahteraan dirancang agar domba yang diterima bukan sekadar dikonsumsi atau dijual sekali, melainkan dijadikan aset produktif yang terus berkembang biak.
Dengan adanya dua indukan betina di setiap keluarga, diharapkan dalam waktu singkat setiap rumah tangga mampu memiliki jumlah ternak yang cukup untuk meningkatkan pendapatan keluarga secara berkelanjutan.
(Tamam)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar