Sorot Nuswantoro News

Berita Online dan cetak, "CEPAT, TEPAT, LUGAS DAN BERANI" dari LAMONGAN untuk NUSANTARA


Senin, 01 Juni 2026

Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila Kaidel Tegaskan Pancasila Adalah Jangkar Moral Bangsa Indonesia

Kepulauan Aru, SNN.com - Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Aru, menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila ke-81 Tahun 2026. Upacara berlangsung di Lapangan Upacara Kantor Bupati Kepulauan Aru, Jalan Pemda, Kelurahan Siwalima, Kecamatan Pulau-Pulau Aru, Senin 01/6/26. 

Bertindak selaku Inspektur Upacara, Bupati Aru, Timotius Kaidel. Komandan Upacara Letda Inf. M. Thohry Thohir, S.Tr.Han., dari Kipan C Yonif  TP 912/JS Brigif TP 39, sementara bertindak sebagai Perwira Upacara, Danramil 1503-03/Dobo Kapten Inf. Eddy Pattinama. Turut hadir Wakil Bupati Aru, Drs. Moh. Djumpa, M.Si., Sekretaris Daerah J. Ubjaan, S.Sos., Wakapolres Kepulauan Aru. Kompol Djesy Batara, S.Sos., Wadanyon TP Kapten Inf. Adam Prawira, Dansubdenpom Persiapan Kabupaten Kepulauan Aru, Kapten Cpm (K) Wanunu Adam, Danpos AU Letda Lek Surya Darmawan, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lingkup Pemda Kabupaten Kepulauan Aru.

Amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia, Yudian Wahyudi
yang dibacakan oleh Inspektur Upacara Timotius Kaidel menegaskan bahwa Pancasila adalah pemersatu Bangsa, fondasi perdamaian dunia, dan Pancasila adalah "jangkar moral" dalam menghadapi Disrupsi Teknologi. 

"Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia", sebuah pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia, namun demikian juga menjadi jawaban terciptanya perdamaian dunia yang abadi. Pancasila adalah "bintang penuntun" yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17.000 (tujuh belas ribu) pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan. Pancasila adalah "jangkar moral" kita dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik”. Jelasnya.

Dikatakan, kemajuan ekonomi dan teknologi tanpa arah moral bisa menyesatkan. Oleh karena itu, seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda sebagai penjaga masa depan, dapat menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology). 

“Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah. Pastikan setiap kebijakan publik yang lahir berlandaskan keadilan sosial memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat terkecil, dan tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan. Kita harus terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak harmonisasi kebangsaan kita”. Tegas Kaidel.

Diharapkan melalui peringatan Hari Lahir Pancasila ke-81 ini, seluruh elemen bangsa , terutama generasi muda sebagai penjaga masa depan semakin meneguhkan komitmen terhadap nilai-nilai Pancasila sebagai pemersatu bangsa sekaligus fondasi dalam mewujudkan perdamaian dunia. (Moses)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SOROT NUSWANTORO NEWS "dari LAMONGAN untuk NUSANTARA"