Sorot Nuswantoro News

Berita Online dan cetak, "CEPAT, TEPAT, LUGAS DAN BERANI" dari LAMONGAN untuk NUSANTARA


Senin, 01 Juni 2026

Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila Kapolres Sebut Pancasila Adalah Instrumen Penting Dalam Penyelesaian Konflik

Kepulauan Aru, SNN.com - Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Aru menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila ke 81 Tahun 2026. Upacara bertempat di Lapangan Apel Mako Polres Kepulauan Aru, Jalan Cendrawasih Kilometer 06, Kelurahan Siwalima, Kecamatan Pulau-Pulau Aru, Kabupaten Kepulauan Aru, Senin 01/6/26 pukul 08.00 WIT.

Upacara yang mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia” tersebut berlangsung khidmat dan diikuti oleh seluruh personel Polres Kepulauan Aru serta jajaran Polsek.

Kapolres Kepulauan Aru, AKBP Albert Perwira Sihite, S.H., S.I.K., M.H., bertindak selaku Inspektur Upacara. Sementara Perwira Upacara dijabat oleh Kasat Samapta Polres Kepulauan Aru, IPTU Zainal Abidin, dan Komandan Upacara dipercayakan kepada IPDA Musa N. Salkery.
Peserta upacara terdiri dari satu pleton gabungan Pejabat Utama (PJU) dan perwira Polres Kepulauan Aru, satu pleton gabungan personel staf, satu pleton gabungan personel Sat Polair dan Sat Samapta, satu pleton personel Sat Lantas, satu pleton gabungan personel Polsek jajaran, serta satu pleton gabungan personel Sat Reskrim, Sat Resnarkoba, dan Sat Intelkam.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Kepulauan Aru membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia. Dalam amanatnya ditegaskan bahwa Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila terus hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Tema peringatan tahun ini menegaskan bahwa Pancasila tidak hanya berperan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, tetapi juga menjadi landasan dalam mewujudkan perdamaian dunia. Pancasila disebut sebagai “bintang penuntun” yang mampu menjaga keutuhan bangsa di tengah keberagaman serta menjadi “jangkar moral” dalam menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik internasional.

Dalam amanatnya, Kapolres Kepulauan Aru, Albert Perwira Sihite menyebutkan bahwa pancasila adalah sebagai instrument penting dalam diplomasi dan penyelesaian konflik. 

“Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk turut mewujudkan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Nilai musyawarah dan mufakat yang terkandung dalam Pancasila dinilai sebagai instrumen penting dalam diplomasi dan penyelesaian konflik di tingkat global”. Sebutnya.

Selain itu, seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, diajak untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology) dalam kehidupan sehari-hari.

Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan juga diingatkan agar setiap kebijakan yang diambil selalu berlandaskan keadilan sosial dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Amanat tersebut turut mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk terus menjaga persatuan, menolak intoleransi dan radikalisme, serta memperkuat nilai-nilai kemanusiaan demi mewujudkan Indonesia yang maju, damai, dan berkeadilan.

Upacara kemudian ditutup dengan pembacaan doa, dan menyanyikan lagu Andhika Bhayangkari.

Kegiatan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Polres Kepulauan Aru berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. (Moses)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SOROT NUSWANTORO NEWS "dari LAMONGAN untuk NUSANTARA"