Kepulauan Aru, SNN.com– Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru terus mematangkan persiapan pembangunan Sekolah Rakyat di wilayahnya. Langkah ini dilakukan guna menindaklanjuti arahan pimpinan daerah serta hasil koordinasi dengan kementerian terkait. Pernyataan ini disampaikan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kepulauan Aru, Tonci Kolyaan, usai pelaksanaan kegiatan penyaluran bantuan Atensi Kemensos 2026 untuk PPKS di Aru, Kamis 10/09/2026.
Kolyaan, menjelaskan bahwa pihaknya telah berkordinasi dengan pihak Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Ambon yang sedang berada di Jakarta untuk mengikuti rapat koordinasi bersama Kementerian Sosial (Kemensos). Dari hasil koordinasi tersebut, perencanaan pembangunan Sekolah Rakyat di Kepulauan Aru dipastikan berjalan sesuai jalur (on the track).
"Kami menindaklanjuti apa yang disampaikan oleh Pak Wakil Bupati berdasarkan informasi dari Pak Menteri. Informasi dari Kepala Biro Perencanaan Kemensos menyatakan prosesnya sudah on the track. Artinya, kita di Aru sudah mempersiapkan diri untuk pelaksanaan peletakan batu pertama (groundbreaking) Sekolah Rakyat," ujar Tonci.
Menjawab perbedaan tahapan pembangunan dengan wilayah lain di Maluku, Tonci membeberkan alasan Kota Tual dan Masohi masuk dalam pembangunan tahap dua, sementara Kabupaten Kepulauan Aru masuk pada tahap tiga. Hal tersebut berkaitan erat dengan ketersediaan sarana pendukung awal di masing-masing daerah.
"Kota Tual dan Masohi masuk tahap dua karena mereka memiliki sekolah rintisan yang didukung dengan bangunan yang representative atau yang layak. Kalau di Aru, kita sudah berproses sampai ke tahap sekolah rintisan, namun karena belum memiliki gedung yang representatif, kita tidak memulainya dari sekolah rintisan. Aru akan langsung dimulai dengan pembangunan fisik bangunan permanen," Terangnya.
Meski masuk pada tahap tiga, proyek pembangunan gedung Sekolah Rakyat di Kepulauan Aru dirancang dengan skala yang lebih besar. Berdasarkan informasi dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kementerian PU, dokumen Detail Engineering Design (DED) untuk wilayah Aru memiliki kapasitas yang melebihi Kota Tual maupun Masohi, dan saat ini prosesnya telah memasuki tahap finalisasi tata letak (layout).
Guna mendukung percepatan fisik di lapangan, Pemerintah Daerah Kepulauan Aru juga telah melakukan penyiapan lokasi. Proses pembersihan lahan (clearing), pematangan tanah (cut and fill), hingga penanganan vegetasi di area calon lokasi Sekolah Rakyat tersebut saat ini sudah dilaksanakan. (Moses)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar