Kepulauan Aru, SNN.com - Aliansi TKBM Pelabuhan Umum Dobo melayangkan protes keras terkait aktivitas bongkar muat kapal kargo yang dicarter oleh Badan Usaha Milik Negara, BUMN kontruksi PT Waskita Karya Tbk yang sedang menangani pembangunan RSUD Cendrawasih Dobo Kabupaten Kepulauan Aru. Protes ini dipicu oleh keputusan sepihak untuk mengalihkan aktivitas bongkar muat kapal kargo tersebut dari pelabuhan umum Dobo ke Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) belakang Wamar Dobo.
Langkah ini dinilai tidak hanya mematikan mata pencaharian ratusan Buruh pelabuhan local, tetapi juga diduga menabrak regulasi tatakelola kepelabuhan yang berlaku di Indonesia.
Pa Haryanto sebagai Pihak PT Waskita Karya yang dikonfirmasi selasa 07/07/26 memberikan klarifikasi terkait adanya keberatan dari kaum buruh mengenai aktivitas bongkar muat material pembangunan Rumah Sakit (RS) yang menggunakan kapal kargo. Proyek pembangunan ini diketahui merupakan salah satu proyek strategis nasional dari Presiden Prabowo Subianto.
Perwakilan PT Waskita, Haryanto, menjelaskan bahwa seluruh urusan logistik, pengapalan, hingga proses bongkar muat di pelabuhan sepenuhnya diserahkan dan dikelola oleh pihak ketiga (vendor) yang berbasis di Jakarta.
"Memang benar ada penggunaan kapal kargo untuk pemuatan material pekerjaan Rumah Sakit, tetapi kami menggunakan pihak ketiga. Kami selaku kontraktor utama hanya menerima material tersebut langsung di lokasi pekerjaan," ujar Haryanto saat dikonfirmasi.
Menanggapi keluhan dari para buruh pelabuhan lokal, Haryanto menegaskan bahwa pihaknya menampung aspirasi tersebut sebagai masukan penting. Ia berjanji akan segera meneruskan persoalan ini kepada vendor pengadaan logistik agar titik labuh sandar dan lokasi pembongkaran material dapat dipertimbangkan kembali.
"Secara detailnya saya belum paham betul (mengenai kendala di lapangan), tetapi nanti akan saya sampaikan kepada pihak ketiga di Jakarta. Mungkin mereka sebenarnya sudah berkoordinasi dengan pihak Syahbandar," tambahnya.
Haryanto memaparkan bahwa pada awal proyek, aktivitas pembongkaran material sempat dilakukan di pelabuhan umum, namun proses itu pun seluruhnya diatur oleh pihak ketiga.
Guna meluruskan masalah administratif dan operasional di pelabuhan, PT Waskita berencana untuk segera melakukan konfirmasi dengan otoritas pelabuhan setempat.
"Terkait masalah ini, nanti saya akan konfirmasikan juga dengan pihak Syahbandar. Kami kurang memahami secara detail mengenai proses teknis sandar labuh pelabuhan dan bongkar muat logistik material, karena tanggung jawab pengadaan itu sudah kami serahkan sepenuhnya kepada pihak ketiga," Pungkasnya. (Moses)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar