Sorot Nuswantoro News

Berita Online dan cetak, "CEPAT, TEPAT, LUGAS DAN BERANI" dari LAMONGAN untuk NUSANTARA


Senin, 02 Februari 2026

Dua Investor Yang Masuk Aru Rencana Gunakan Pelabuhan Perusahaan Benjina Sebagai pusat Ekspor Hasil Perikanan

Kepulauan Aru, SNN.com - Dua Investor bersama pemerintah daerah telah melakukan survey di perusahaan Benjina kecamatan Aru Tengah dengan rencana akan berinvestasi di dunia Perikanan di Kabupaten Kepulauan Aru. Dua investor tersebut, salah satunya adalah pengusaha local  dari Bakrie Grup Indramayu Jawa barat dengan nama perusahaan PT Cakra Mina Perkasa (CMP), dan satu lainnya adalah pengusaha asing dari cina.

Bupati Kabupaten Kepulauan Aru, Timotius Kaidel yang di temui diruang kerjanya baru-baru ini, menjelaskan bahwa PT Cakra Mina Perkasa, pengusaha Lokal dari Indramayu Jawa Barat rencana akan mendatangakan 210 unit kapal perikanan tangkap dengan pusat pangkalan di pelabuhan perusahaan Benjina. Menurut Bupati, komitmen dua investor tersebut paling lambat awal bulan maret mereka sudah mulai beroperasi. 

“Jadi rencananya, kapal-kapal dari Indramayu Jawa Barat yang selama ini beroperasi di Kepulauan Aru, sebanyak 210 unit kapal akan berpangkalan di pelabuhan Benjina. Komitmen mereka paling lambat bulan maret PT CMP sudah melaksanakan operasi di Benjina dengan melibatkan grupnya dari Indramayu Jawa Barat”. Jelas Bupati.

Sementara untuk investor asing dari cina, menurut Bupati, mereka juga telah bertemu dengan pemerintah Daerah dan menyampaikan rencana  mereka untuk berinvestasi di dunia perikanan di Kabupaten Kepulauan Aru
Dijelaskan, pengusaha asing dari cina tersebut telah melaksanakan survey di kota Dobo dan sekitarnya, untuk memastikan daerah dan lokasi mana yang dinilai layak untuk dijadikan pangkalan perikanan, karena target mereka adalah melakukan ekspor langsung dari Kabupaten Kepulauan Aru. Selain itu, mereka juga melakukan survey di perusahaan Benjina Kecamatan Aru tengah,  dan menurut Bupati, Pelabuhan Benjina sudah masuk dalam pelabuhan Nusantara sehingga mereka juga tertarik untuk menggunakan pelabuhan Benjina sebagai pusat kegiatan ekspor.  

“Untuk Pengusaha Asing dari Cina, mereka juga datang dan melakukan survey di Kota Dobo dan sekitarnya untuk menentukan daerah/ lokasi mana yang dinilai layak untuk dijadikan sebagai pangkalan perikanan. Mengingat jumlah kapal mereka yang banyak dan mereka targetkan untuk ekspor dari Kabupaten Kepulauan Aru. Kebetulan kita punya Pelabuhan Benjina sudah masuk dalam Pelabuhan Nusantara, sehingga mereka juga tertarik ke Benjina untuk melihat dan berencana akan menggunakan pelabuhan Benjina sebagai pusat kegiatan ekspor”. Ucapnya.

​Langkah-langkah awal yang mereka lakukan, kata Bupati, untuk secepatnya mereka beroperasi yaitu dengan mendatangkan kapal-kapal tangkap dan menggunakan fasilitas darat, yaitu menggunakan semua investasi yang sudah ada berupa cold storage, dan sebagainya yang dimiliki oleh pengusaha-pengusaha local, dan sambil jalan mereka melengkapi kebutuhan cold storage, dermaga perikanan, untuk kapal-kapal mereka, serta infrakstruktur jalan dan lokasi penumpukan kontainer.

Dengan adanya dua investor yang berencana beroperasi di sektor Perikanan  di Kabupaten Kepulauan Aru, Bupati Kaidel berharap dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan ekonomi rakyat.

Dikatakan, kurang lebih lima tahun, dengan regulasi penangkapan Ikan terukur (PIT) kapal-kapal perikanan diizinkan untuk transshipment atau bongkar muat dilaut. Tetapi sekarang di tahun 2026, kapal-kapal transhipmen ini sudah tidak diberlakukan lagi dan harus mendrat di pelabuhan terdekat untuk pembongkaran dan pemuatan. 

“Hampir 5 tahun dengan regulasi Penangkapan Ikan Terukur (PIT), kapal-kapal diizinkan transshipment di laut. Artinya kapal-kapal ini sudah beroperasi di Laut Aru, dan kita tidak pernah lihat sandar didarat karena mereka melakukan transshipment atau bongkar muat  dan pengiriman langsung melalui laut. Tetapi mulai dari bulan januari tahun 2026 ini, kapal-kapal transshipment ini sudah tidak diberlakukan lagi dan harus mendarat ke pelabuhan terdekat untuk pembongkaran dan pengiriman. Oleh karena itu, dengan masuknya dua investor di Aru, serta adanya regulasi memperketat Pengawasan Transhipmet, diharapkan dapat membangkitan perekonomian masyarakat di Kabupaten Kepulauan Aru”. Harapnya.

Bupati menambahkan bahwa Dobo akan menjadi lebih ramai, karena Rencana dua Investor tersebut akan mendatangkan kapal perikanan masing-masing investor asing dari cina rencana 500 unit kapal dan Investor Lokal PT Cakra Mina Perkasa dari Indramayu Jawa Barat rencana 210 unit kapal. Itu berarti ada puluhan ribu orang yang datang ke Aru, bersama masyarakat Aru berkolaborasi dalam upaya mengoptimalkan perikanan di Kabupaten Kepulauan Aru. (Moses)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SOROT NUSWANTORO NEWS "dari LAMONGAN untuk NUSANTARA"