Sabtu, 31 Januari 2026
Nama Putri Noorgeulis Fimaulyahar, S.Kom., M.A.P. kini menjadi sorotan publik di Kabupaten Kotawaringin Timur, khususnya di Kota Sampit. Di usia 34 tahun, Putri resmi dilantik sebagai Lurah Mentawa Baru Hilir pada 30 Januari 2026, menandai hadirnya sosok pemimpin muda perempuan dengan rekam jejak birokrasi yang matang serta visi pelayanan publik yang kuat.
Putri mengemban amanah memimpin Kelurahan Mentawa Baru Hilir, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, wilayah yang menuntut kepemimpinan adaptif, responsif, dan dekat dengan masyarakat. Berbekal latar belakang pendidikan Magister Administrasi Publik (S2) serta pengalaman panjang di lingkungan pemerintahan daerah, ia hadir membawa semangat baru dalam tata kelola pemerintahan kelurahan.
Secara akademik, Putri merupakan lulusan Universitas Muhammadiyah Malang pada jenjang S1 Teknik Informatika, kemudian melanjutkan pendidikan S2 di Universitas Muhammadiyah Palangka Raya. Prestasinya di dunia pendidikan terbilang menonjol, termasuk meraih peringkat Terbaik 3 Jurusan Teknik Informatika dengan predikat cumlaude saat menempuh pendidikan sarjana.
Karier birokrasi Putri terbilang lengkap dan berjenjang. Ia memulai pengabdian sebagai Analis Data dan Informasi Kecamatan Tualan Hulu (2015), kemudian dipercaya sebagai Analis Pembangunan Kecamatan Mentawa Baru Ketapang (2019).
Pada tahun 2022, ia menjabat sebagai Penelaah Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Setda Kotawaringin Timur, sekaligus dipercaya sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Sub Bagian Pembinaan dan Advokasi Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Setda Kotim.Sebelum dilantik sebagai lurah, Putri menjabat Sekretaris Kelurahan Mentawa Baru Hilir (2023).
Tak hanya aktif dalam birokrasi, Putri juga berperan dalam organisasi kemasyarakatan. Ia tercatat sebagai Bendahara LPTQ Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Bendahara Komite Olahraga Kecamatan, serta Sekretaris TP PKK Kelurahan Mentawa Baru Hilir, yang menunjukkan konsistensinya dalam membangun sinergi lintas sektor.
Kompetensi kepemimpinannya semakin diperkuat dengan prestasi sebagai Peringkat Terbaik 4 Diklat Kepemimpinan Pengawas di BPSDM Provinsi Jawa Timur pada tahun 2025. Capaian ini menjadi bukti kapasitas manajerial dan kepemimpinan yang dimilikinya.
Dalam menjalankan tugas, Putri mengusung gaya kepemimpinan humanis, partisipatif, responsif, kolaboratif, dan inovatif. Ia menempatkan lurah bukan hanya sebagai pelayan administrasi, tetapi juga sebagai pengayom masyarakat.
Menurutnya, lurah merupakan ujung tombak pemerintahan yang paling dekat dengan warga, sehingga harmonisasi dan kolaborasi menjadi kunci utama dalam membangun wilayah.
Salah satu program unggulan yang didorong adalah Koperasi Kelurahan Merah Putih Mentawa Baru Hilir, sebagai upaya memperkuat ekonomi warga dan mendorong kemandirian berbasis komunitas. Fokus kerjanya meliputi peningkatan pelayanan publik, kebersihan lingkungan, keamanan dan ketertiban masyarakat, penguatan UMKM, serta digitalisasi layanan kelurahan.
Putri menegaskan tiga komitmen utama dalam kepemimpinannya, yakni integritas (moral dan etika), pelayanan yang responsif, serta pemberdayaan yang berkelanjutan.
Visi yang diusungnya adalah, “Membangun Kelurahan yang Harmonis, Sejahtera, dan Tertib melalui Kolaborasi Aktif Masyarakat.”
Adapun komitmen terhadap pelayanan publik dirangkum dalam semangat, “Mewujudkan Kelurahan yang Mandiri, Transparan, dan Responsif.”
Ke depan, Putri berharap Kelurahan Mentawa Baru Hilir dapat tumbuh sebagai wilayah yang tertata, aman, berdaya saing, serta menjadi contoh kolaborasi positif antara pemerintah kelurahan dan masyarakat. (Guswan)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar