BOJONEGORO, SNN.com – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memastikan penanganan lanjutan kerusakan bangunan pelindung tebing Sungai Bengawan Solo di Desa Lebaksari, Kecamatan Baureno, tetap dilaksanakan sesuai ketentuan teknis dan kontrak yang berlaku.
Kepastian tersebut disampaikan Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Kabupaten Bojonegoro bersama pihak kontraktor pelaksana, menyusul munculnya kembali gejala pergeseran tanah (sliding) di titik berbeda menjelang berakhirnya masa pemeliharaan proyek.
Kepala Dinas PU SDA Kabupaten Bojonegoro, Helmy Elisabeth, menjelaskan bahwa perbaikan pada titik sliding yang terjadi pada awal Januari 2025 telah diselesaikan dengan baik. Namun, pada 17 Desember 2025, kembali ditemukan pergeseran tanah di lokasi lain yang sebelumnya belum tertangani.
“Karena itu dilakukan perpanjangan masa pemeliharaan. Kontraktor tetap bertanggung jawab melakukan perbaikan pada titik baru yang mengalami sliding,” jelas Helmy, Sabtu (24/01/2026).
Sementara itu, pihak kontraktor menegaskan komitmennya untuk melanjutkan perbaikan lanjutan pada tahun 2026. Fokus utama perbaikan diarahkan pada segmen bangunan yang mengalami kemiringan tiang pancang dan pergeseran tanah, khususnya di area yang berdekatan langsung dengan permukiman warga.
Langkah awal yang telah dilakukan meliputi pembongkaran terbatas dan pengangkatan bronjong guna mengurangi beban struktur serta mencegah kerusakan meluas ke segmen bangunan lainnya.
“Bagian yang miring akan kami bongkar terlebih dahulu, kemudian dilakukan pemancangan ulang. Metode perbaikannya pada prinsipnya sama dengan penanganan yang telah dilakukan sepanjang tahun 2025,” terang perwakilan kontraktor.
Meski demikian, kontraktor menekankan bahwa pekerjaan di area dekat permukiman tidak dapat dilakukan secara tergesa-gesa. Pembongkaran total dinilai berisiko apabila dilakukan saat muka air sungai masih tinggi, karena berpotensi memicu longsoran yang membahayakan rumah warga saat banjir.
“Pembongkaran penuh akan lebih aman dilakukan setelah musim banjir berakhir. Kami berharap kondisi sungai pada 2026 mendukung percepatan perbaikan lanjutan,” imbuhnya.
Saat ini, kontraktor juga tengah menyusun rencana teknis lanjutan yang disesuaikan dengan kondisi lapangan. Segmen dekat permukiman memiliki ruang kerja terbatas dan tingkat risiko lebih tinggi dibanding area persawahan, sehingga memerlukan pendekatan teknis yang lebih hati-hati dan terukur.
Terkait mobilisasi alat berat, kontraktor memastikan pengiriman tiang pancang dan crane baru akan dilakukan setelah pengecoran jalan desa pada jalur mobilisasi selesai. Langkah tersebut diambil demi menjaga keselamatan warga dan kelancaran pekerjaan.
Sebagai langkah antisipasi, satu unit excavator masih disiagakan di lokasi sambil menunggu turunnya elevasi muka air sungai untuk pembuatan dudukan alat berat.
Pemerintah daerah bersama kontraktor berharap seluruh proses perbaikan ini mendapat dukungan masyarakat agar fungsi pelindung tebing Sungai Bengawan Solo kembali optimal dan memberikan perlindungan maksimal bagi warga bantaran sungai.( Iryanto)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar