Kepulauan Aru, SNN.com - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Gwamar Dobo, saat ini dilaporkan sedang dalam kondisi "sakit" akibat mengalami defisit anggaran yang cukup parah. Menanggapi situasi tersebut, manajemen baru PDAM bergerak cepat dengan berencana melakukan audit internal pada pekan ini guna mengevaluasi kinerja dan mencari akar penyebab defisit perusahaan.
Hal ini diungkapkan langsung oleh pihak Dewan Pengawas (Dewas) PDAM Tirta Gwamar Dobo, Stan Suarlembit, SH diruang kerjanya Senin 08/06/26, yang saat ini memimpin jalannya roda perusahaan sementara waktu, mengingat Direktur Utama sedang dalam kondisi kurang sehat.
Tiga Faktor Utama Penyebab Defisit
Dikatakan, berdasarkan pengamatan awal kurang lebih satu bulan mulai bekerja, Pihak Dewas mengindikasikan ada tiga klaster masalah utama yang menjadi pemicu perusahaan mengalami devisit yaitu:
Pertama, Piutang Macet yang Fantastis: PDAM mencatat total piutang yang belum terbayar dari pelanggan mencapai lebih dari Rp.9 miliar.
Ke-dua, Keterbatasan SDM: Pengelolaan sistem administrasi, pembukuan, hingga teknis di lapangan dinilai masih sangat minim dan dikerjakan secara manual.
Ke-tiga, Indikasi Kelemahan Sistem & Operasional: Adanya potensi kebocoran sistem, baik secara teknis dilapangan maupun administrasi keuangan yang perlu dibenahi.
"Hari Rabu pekan ini kita rencanakan untuk memulai audit internal. Kita ingin tahu apakah defisit ini murni karena keterbatasan kemampuan SDM, kelemahan sistem, atau justru ada unsur kesengajaan," Ujar Dewas PDAM Tirta Gwamar Dobo.
Selain masalah keuangan, kualitas pelayanan air bersih kepada masyarakat Dobo juga sangat memprihatinkan. Hingga saat ini, air yang disuplai ke pelanggan belum layak minum karena sering kali berwarna kemerahan.
Secara teknis, air dari sumur bor langsung dipompakan ke pelanggan tanpa melalui proses filtrasi (penyaringan).
“Idealnya, air harus ditampung secara bertahap melalui tiga bak penampungan untuk disaring sebelum didistribusikan. Namun, ketiadaan anggaran membuat infrastruktur krusial ini tidak dapat dibangun”. Jelas Stan Suarlembit
Utang Pemerintah Daerah Capai Rp.1 Miliar Lebih.
Dari total piutang sebesar Rp.9 miliar lebih, ternyata instansi Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kepulauan Aru ikut menyumbang tunggakan yang cukup besar. Disebutkan dari total 1 milyar lebih tunggakan rekening air dari Pemda Aru, beberapa kantor sudah melunasi tunggakan mereka, sementara yang sisanya dalam proses komunikasi dan penagihan. “Kami dari PDAM tidak akan mengambil langkah memaksa, melainkan membuka ruang komunikasi agar Pemda dan perkantoran dapat mencicil tunggakan tersebut guna memberikan "napas" bagi operasional PDAM”. Ujarnya.
Berharap Dana Hibah dan Dukungan DPRD
Sesuai dengan regulasi Undang-Undang, pemerintah daerah memiliki kewajiban untuk memberikan penyertaan modal atau bantuan hibah kepada PDAM yang sedang mengalami kesulitan demi menjamin pelayanan publik. Diketahui, beberapa tahun terakhir ini PDAM Tirta Gwamar Dobo sudah tidak mendapat bantuan penyertaan modal dari Pemerintah Daerah, sehingga diharapkan dukungan penuh dari DPRD dan jajaran Pemda Kabupaten Kepulauan Aru, untuk bersinergi memberikan bantuan anggaran guna peremajaan pipa, perbaikan mesin produksi, serta pengembangan sumber air baku.
Imbauan Kepada Internal dan Masyarakat
Menutup keterangannya, Dewas PDAM Tirta Gwamar Dobo, Stan Suarlembit memberikan pesan tegas namun suportif kepada seluruh pegawai di internal, sekaligus meminta partisipasi aktif dari masyarakat.
Selaku Dewas Suarlembit meminta agar seluruh staf terbuka dan tidak menutup-nutupi kesalahan masa lalu. "Kami datang bukan untuk mencari kesalahan atau menjadi bos, tapi mari kita benahi bersama. Jujur dan terbuka, itu kuncinya. Kalau ditutupi dan nanti temukan di jalan, konsekuensinya menjadi tanggungjawab sendiri," Tegasnya.
Untuk Masyarakat/Pelanggan, lanjutnya diimbau untuk tertib membayar iuran bulanan serta menyelesaikan tunggakan rekening air bersih yang belum dibayar. Selain itu, masyarakat diminta agar segera melaporkan jika menemukan adanya pipa bocor atau oknum petugas lapangan yang nakal yang melakukan pemasangan sambungan air secara ilegal ("main mata").
“Langkah pembenahan total ini diharapkan dapat segera memulihkan kondisi PDAM Tirta Gwamar Dobo, agar mampu mewujudkan visi Bupati untuk memberikan pelayanan air bersih yang prima bagi seluruh masyarakat”. Harapnya. (Moses)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar