TUBAN, SNN.com – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) Pabrik Tuban kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tuban, perusahaan tersebut menggelar pelatihan bertajuk
“Manajerial Masjid dan Literasi Digital Media (Konten Dakwah)” bagi para tenaga pengajar informal, ustadz, dan ustadzah di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Kegiatan ini diikuti sekitar 150 peserta yang terdiri dari para Ketua Takmir Masjid dari tiga kecamatan, yakni Tambakboyo, Kerek, dan Jenu. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengelolaan masjid sekaligus memperkuat kemampuan dakwah melalui media digital.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tuban, Hj. Umi Kulsum, S.Ag., M.Pd.I., dalam sambutannya menegaskan pentingnya profesionalisme dalam pengelolaan masjid agar tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan umat.
“Masjid dan mushola tidak boleh hanya sekadar bangunan fisik, namun harus memiliki output nyata dalam pembinaan umat. Oleh karena itu, para penyuluh agama di Kemenag Tuban akan melakukan pendampingan intensif bagi takmir serta remaja masjid,” tegas Umi Kulsum di hadapan para peserta.
Ia menjelaskan, manajerial masjid setidaknya harus memperkuat tiga pilar utama, yakni Idarah (manajemen administrasi dan organisasi masjid), Imarah (pengelolaan kegiatan ibadah dan dakwah), serta Riayah (pemeliharaan sarana dan prasarana agar jamaah merasa nyaman).
Selain penguatan manajemen masjid, peserta juga mendapatkan materi literasi digital dan pengelolaan konten dakwah di media sosial. Dalam sesi ini, peserta diingatkan pentingnya bersikap bijak dalam menggunakan media sosial serta melakukan tabayyun atau klarifikasi sebelum menyebarkan informasi.
“Dakwah di media sosial harus dikemas sebaik mungkin. Jika kita tidak memanfaatkan teknologi untuk kebaikan, maka kita termasuk golongan orang yang rugi,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kemenag Tuban juga menyampaikan bahwa pihaknya telah mengerahkan lebih dari 90 penyuluh agama untuk aktif berdakwah melalui media sosial serta kegiatan di Kantor Urusan Agama (KUA) selama bulan Ramadhan.
Pelatihan ini juga dilengkapi dengan materi tentang hakikat puasa Ramadhan berdasarkan pemikiran Imam Al-Ghazali, yang membagi puasa ke dalam tiga tingkatan, yakni Puasa Awam, Shaumul Khusus, dan Shaumul Khususil Khusus, sebagai upaya memperkuat pemahaman spiritual para peserta.
Tak hanya itu, Kemenag Tuban turut mensosialisasikan sejumlah program strategis, seperti Masjid Ramah Pemudik di sepanjang jalur Pantura, percepatan sertifikasi tanah wakaf, pendataan majelis taklim, serta pendaftaran masjid dalam Sistem Informasi Masjid (SIMAS).
Melalui sinergi antara PT Solusi Bangun Indonesia Pabrik Tuban dan Kemenag Kabupaten Tuban, diharapkan pengelolaan masjid di wilayah Tambakboyo, Kerek, dan Jenu semakin profesional serta mampu menjadikan masjid sebagai pusat peradaban dan dakwah yang adaptif terhadap perkembangan zaman.(Mur )

Tidak ada komentar:
Posting Komentar