Bojonegoro, SNN.com - Desa Ngradin, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi erosi dan pengikisan tanah di Dusun Juwet RT.05 RW.02. Pemerintah desa membangun bronjong dengan anggaran Dana Desa tahun 2025 tahap dua kurang lebihnya sebesar Rp. 60.000.
Kondisi hujan yang sangat deras berdampak Banjir dan luapan air yang sangat deras hingga menyebabkan pengikisan tanah dan erosi, membuat warga khawatir.
Rencana kita membuat Bronjong dengan ketinggian 3 meter dengan lebar 10 meter, agar gerusan air tidak lober kemana mana."Air dari atas menuju jembatan dan petak sawah tidak ada pembendung, makanya kami buat bronjong," kata Susanto, Ketua tim pelaksana proyek ketika di konfirmasi Jumat 27/3/2026.
Kepala Desa Ngradin, Ngatemin, Senanda dengan tim pelaksana kegiatan proyek Bronjong bahwa proyek ini bertujuan untuk mengantisipasi ke khawatiran warga tentang pengikisan tanah dan erosi. "Kami buat bronjong untuk mengantisipasi terjadinya erosi dan merusak akses jalan yang baru saja selesai dibangun, karena badan jalannya sempit dan tidak ada penahan,atau talut" katanya.
Ngatemin juga mengatakan bahwa rencana pembangunan bronjong ini dibuat sedemikian rupa agar pengikisan tanah tidak menjadi masalah. "Air hujan itu tidak ada bronjong bisa erosi, makanya kami segera antisipasi agar tidak berlanjut," pungkasnya.
Dengan adanya bronjong ini, warga Dusun Juwet dapat bernapas lega. Mereka tidak perlu khawatir lagi tentang pengikisan tanah dan erosi yang dapat membahayakan keselamatan mereka.
Reporter: Lukman


Tidak ada komentar:
Posting Komentar