Kepulauan Aru, SNN.com - Wujutkan Perayaan Idulfitri berjalan aman dan lancar, Polres Kepulauan Aru melaksanakan Apel gelar pasukan Operasi Ketupat tahun 2026 sebagai bentuk pengecekan terhadap kesiapan personel maupun sarana dan prasarana, dalam rangka menyukseskan Operasi Ketupat 2026.
Apel gelar pasukan dipimpin oleh Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, bertempat di lapangan upacara Polres Kepulauan Aru, kamis 12/03/26. Turut hadir, Kapolres Kepulauan Aru, AKBP Albert Perwira Sihite, SH., S.I.K MH, Danlanal Aru, Kepala Kejaksaan Kepulauan Aru, Dr. Amanda, SH., MH., Ketua Pengadilan Negeri Kepulauan Aru. Ketua DPRD Kepulauan Aru, Ibu Fenny Silvana Loy, serta Pejabat Utama Polres Kepulauan Aru yang berkenan hadir.
Sambutan Kapolri yang dibacakan Bupati Kepulauan Aru, menyebutkan bahwa dalam menghadapi situasi global yang menunjukkan eskalasi konflik yang semakin meningkat, Pemerintah terus melakukan berbagai langkah diplomasi dengan mengedepankan politik luar negeri bebas aktif dan prinsip non-blok guna memitigasi dampak eskalasi global, sekaligus mendorong terciptanya perdamaian dunia.
Sejalan dengan hal tersebut, lanjutnya, Indonesia juga berperan aktif dalam berbagai upaya diplomasi internasional, termasuk mendorong terciptanya perdamaian antara Palestina dan Israel dengan bergabung dalam board of peace melalui pendekatan Two State Solution, karena keterlibatan lembaga-lembaga formal (PBB) saat ini sudah tidak lagi didengar. Indonesia juga bersedia menjadi juru damai dalam mengakhiri konflik antara Iran dan Israel- Amerika, dengan terus berkomunikasi dengan Negara kawasan teluk, termasuk ASEAN dan negara Barat untuk mencari solusi atas konflik yang terjadi.
Di sisi lain, Pemerintah juga menempuh langkan-langkah strategis untuk menjaga stabilitas nasional, termasuk memperkuat diplomasi perdagangan sehingga dapat menjadi peluang besar bagi dunia usaha dan industri nasional untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi agar tetap stabil.
Dikatakan, tidak lama lagi, kita memasuki perayaan Hari Raya ldul Fitri yang merupakan salah satu agenda penting nasional. Berdasarkan Survei Kementerian Perhubungan RI, potensi pergerakan masyarakat pada lebaran tahun 2026 mencapai 143,9 juta orang atau turun sebesar 1,75% yaitu 2,5 juta orang dibanding tahun 2025 yang mencapai 146,4 juta orang.
Guna memastikan Keamanan dan Kelancaran perayaan ldul Fitri dan libur lebaran, Polri dengan didukung TNI dan stakeholder terkait menyelenggarakan operasi terpusat dengan sandi "Ketupat-2026" selama 13 hari, mulai tanggal 13 s.d. 25 Maret 2026 dengan melibatkan 161.243 personel gabungan. Berdasarkan hasil Rakor Lintas Sektoral, puncak arus mudik dan arus balik diprediksi terjadi dalam dua gelombang, dimana puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 14 s.d. 15 Maret 2026 dan 18 s.d. 19 Maret 2026. Sementara itu, puncak arus balik diprediksi terjadi pada 24 s.d. 25 Maret 2026 dan 28 s.d. 29 Maret 2026. Selain itu, Polri telah menyiapkan 2.746 pos, yang terdiri dari 1.624 Pos Pam, 779 Pos Yan, serta 343 Pos Terpadu, sebagai pusat informasi dan pelayanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan. Pengamanan juga akan difokuskan terhadap 185.607 objek berupa masjid, lokasi shalat Idul Fitri, objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api, dan bandara.
Kapolres Kepulauan Aru, AKBP Albert Perwira Sihite, dalam keterangan persnya menjelaskan bahwa Untuk pelaksanaan pengamanan perayaan Idulfitri 1447 Hijiriah, terdapat 2 pos pengamanan yaitu 1 terdapat di tugu cendrawasih dan satu lainnya berada di pasar Jar Garia. Untuk Pos Terpadu, terdapat di belakang Dewan dan di Pelabuhan Rakyat. Sementara untuk pos pelayanan ada 4 titik, yaitu 3 titik berada di belakang Wamar dan Pantai Papaliseran dan satu lainnya berada di Batu kora Desa Wangel.
Sementara untuk jumlah personil yang disiapkan, menurut Kapolres khusus dari Polri, ada 120 personil. “Untuk jumlah personil yang kami siapkan khusus Polri sendiri kurang lebih ada 120 personil. Selain itu ada juga dari Dinas Perhubungan, TNI, dan Satpol PP”. Ucapnya.
Dalam Kesempatan yang sama, berlangsung pula acara pemusnahan Barang bukti Minuman Keras kurang lebih ada 600 liter. (Moses)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar