Bojonegoro, SNN.com - Hektaran sawah di Desa Ngradin, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, terancam puso karena kekurangan air. Dari total 265 hektar sawah, petani hanya bisa mengairi sebagian kecil dengan air yang tersedia.
Kepala Desa Ngradin, Ngatemin, mengatakan bahwa petani desa Ngradin bergantung pada air hujan dan Penyediaan Air Minum (PAM) Desa. Namun, pasokan air semakin menurun, membuat petani khawatir. Untuk Persediaan Air Bersih Bisa terkafer dari Pamsimas, tapi Kalau Pertanian Bisa Gagal Panen.
"Saat ini, kami membutuhkan program normalisasi saluran irigasi pertanian guna menghindari terjadinya gagal panen padi (puso) pada saat musim kemarau," kata Ngatemin. Jumat (27/03/2026).
Desa Ngradin hanya bisa panen sekali dalam setahun karena bergantung pada air hujan. Ngatemin berharap pemerintah kabupaten Bojonegoro dapat memperhatikan kebutuhan irigasi desa Ngradin.
"Akibat musim kemarau, ada 265 hektar sawah desa Ngradin yang akan terjadi puso karena ketiga Embung dan PAM Desa tidak akan mampu mensuplai air ke sawah," katanya.
Pihaknya telah mengusulkan bantuan irigasi ke Dinas Pertanian Bojonegoro pada tahun 2014, namun belum ada hasil. Petani desa Ngradin masih mengharap perhatian pemerintah kabupaten Bojonegoro untuk membuat irigasi.
Reporter: Lukman

Tidak ada komentar:
Posting Komentar