Sorot Nuswantoro News

Berita Online dan cetak, "CEPAT, TEPAT, LUGAS DAN BERANI" dari LAMONGAN untuk NUSANTARA


Selasa, 14 April 2026

Jenazah Prof. Biruté Mary Galdikas Tiba di Pangkalan Bun, Dibawa ke Rumah Duka

Pangkalan Bun, SNN.com – Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) berduka atas wafatnya tokoh konservasi dunia, Prof. Dr. Biruté Mary Galdikas, yang selama ini dikenal luas atas dedikasinya dalam pelestarian lingkungan, khususnya orangutan di Kalimantan.

Jenazah almarhumah tiba di Bandara Iskandar Pangkalan Bun pada Senin (13/4/2026) sekitar pukul 15.30 WIB, setelah diberangkatkan dari Bandara Soekarno-Hatta pukul 14.10 WIB menggunakan maskapai Batik Air.

Kedatangan jenazah disambut secara resmi di VIP Room Bandara Iskandar oleh unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta pihak keluarga. Suasana haru menyelimuti prosesi penyambutan mengingat jasa besar almarhumah dalam pelestarian lingkungan.

Setibanya di Kotawaringin Barat, jenazah langsung dibawa menuju rumah duka yang beralamat di Jalan Topar RT 2, Desa Pasir Panjang, Kecamatan Arut Selatan. Lokasi tersebut menjadi tempat persemayaman selama tiga hari, mulai 13 hingga 15 April 2026.

Prosesi persemayaman ini memberikan kesempatan bagi masyarakat, kerabat, serta para pegiat lingkungan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang dikenal sebagai pelindung hutan dan satwa liar tersebut.

Selama hidupnya, Prof. Galdikas dikenal sebagai ilmuwan dan aktivis yang mendedikasikan hidupnya untuk penelitian dan konservasi orangutan di Kalimantan melalui berbagai program internasional.Kiprahnya turut mengangkat nama Indonesia, khususnya Kotawaringin Barat, di mata dunia.

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat menyatakan kehilangan besar atas wafatnya tokoh yang telah memberikan kontribusi nyata bagi pelestarian alam daerah. Kehadiran beliau selama puluhan tahun dinilai membawa dampak signifikan terhadap upaya konservasi dan pendidikan lingkungan.
Rencananya, prosesi pemakaman akan dilaksanakan pada Rabu (15/4/2026) pukul 10.00 WIB di halaman rumah duka yang sama di Desa Pasir Panjang. Upacara pemakaman akan berlangsung secara khidmat dengan melibatkan keluarga, pemerintah daerah, serta masyarakat setempat.

Masyarakat diimbau untuk menjaga ketertiban selama rangkaian prosesi berlangsung serta menghormati jalannya persemayaman hingga pemakaman.Aparat keamanan juga akan disiagakan guna memastikan seluruh kegiatan berjalan lancar.

Kepergian Prof. Biruté Mary Galdikas meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi masyarakat Kotawaringin Barat, tetapi juga komunitas internasional yang selama ini mengenal dedikasi dan perjuangannya dalam menjaga kelestarian hutan tropis.

Dengan segala jasa dan pengabdiannya, almarhumah akan selalu dikenang sebagai sosok inspiratif yang telah mewariskan nilai-nilai penting dalam upaya konservasi dan keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang.(Guswan).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SOROT NUSWANTORO NEWS "dari LAMONGAN untuk NUSANTARA"