Sorot Nuswantoro News

Berita Online dan cetak, "CEPAT, TEPAT, LUGAS DAN BERANI" dari LAMONGAN untuk NUSANTARA


Kamis, 23 April 2026

Cegah Resiko Penyeludupan Orang, Badan Migrasi PBB Bersama Divhubinter POLRI Gelar Sosialisasi Bagi Nelayan Pesisir di Kepulauan Aru

Kepulauan Aru, SNN.com - International Organization Migration (IOM) sebagai Badan Migrasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), bersama pendamping dari Divhubinter Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengadakan sosialisasi Migrasi Aman dan Penyelundupan Orang bagi Nelayan Pesisir di Kabupaten Kepulauan Aru, Rabu 22/04/26.

Dengan tema “Aku Nelayan, Melaut Aman, Dan Taat Aturan” Kegiatan sosialisasi bertempat di lantai II kantor BPKAD Kabupaten Kepulauan Aru, dan dihadiri oleh Kapolres Kepulauan Aru, AKBP Albert Perwira Sihite, SH., S.I.K., MH. 3 orang dari IOM (Badan Migrasi PBB) yaitu, Asiila Kamilia. Zico Pestalozzi. dan Danang Azhari. Divhubinter Polri IPTU Diona Riskafuri, S.Hum., MA. Plt. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kepulauan Aru Benyamin Batmomolin. Kasi Humas Polres Kep Aru, IPDA Pricilia Claudia Alfons, S.Kom. Para Nelayan lokal dan pengusaha lokal yang membidangi perikanan.

Plt. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kepulauan Aru, Benyamin Batmomolin dalam sambutannya mengatakan bahwa saat ini, kita tidak hanya menghadapi persoalan penangkapan ikan ilegal, tetapi juga ancaman praktik penyelundupan orang ke luar negeri secara ilegal. 

Dikatakan, hal ini sering terjadi melalui jalur laut dan memanfaatkan kondisi masyarakat pesisir yang minim pengawasan. Banyak warga yang tergiur dengan iming-iming pekerjaan, namun pada akhirnya justru menjadi korban perdagangan orang atau eksploitasi di negara lain.

Perlu dipahami, katanya, bahwa di dalam persoalan ini terdapat banyak kepentingan, baik dari pihak luar maupun pihak dalam negeri, yang melibatkan berbagai oknum, mulai dari jaringan penyelundupan, pihak perantara, hingga kemungkinan keterlibatan pihak lain yang memiliki kepentingan tertentu. Oleh karena itu, kewaspadaan kita bersama menjadi hal yang sangat penting.

Di era sekarang, lanjutnya, dengan kemajuan teknologi dan keterbukaan informasi, berbagai bentuk kejahatan dapat dilakukan dengan cara yang semakin canggih dan sulit terdeteksi. “Oleh karena itu, kita harus memperkuat kesadaran, baik secara pribadi, keluarga, maupun sebagai bagian dari masyarakat dan bangsa”. Ucapnya.

Batmomolin dalam sambutannya berharap, agar melalui kegiatan tersebut, dapat terbentuk sinergi dan kepedulian untuk menjaga wilayah dan melindungi masyarakat sekaligus, Batmomolin membuka kegiatan sosialisasi secara resmi. 

“Harapan kita bersama, melalui kegiatan ini, dapat terbentuk sinergi dan kepedulian bersama dalam menjaga wilayah kita, melindungi masyarakat, serta mencegah berbagai ancaman yang dapat merugikan negara. Dengan demikian, saya menyampaikan bahwa kegiatan kita pada hari ini secara resmi dibuka”. Tandasnya.

Kapolres Kepulauan Aru, AKBP Albert Perwira SIhite, SH, S.I.K, MH, dalam arahannya mengatakan bahwa Kabupaten Kepulauan Aru, adalah daerah kepulauan sehingga para Nelayan memiliki peranan penting dalam pengawasan wilayah laut dan aspek keimigrasian.
Dikatakan bahwa tahun-tahun sebelumnay pernah terjadi kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang perlu menjadi perhatian serius bagi semua, karena wilayah laut kerap dimanfaatkan sebagai jalur keluar masuk secara illegal”. Ucapnya.

Para nelayan, lanjutnya, adalah pihak yang paling memahami kondisi laut dan cuaca. Oleh karena itu, peran nelayan sangat strategis dalam mendeteksi adanya aktivitas mencurigakan di perairan.

Seiring dengan perkembangan zaman, jelasnya, aktivitas ilegal seperti penyelundupan orang dan pelanggaran keimigrasian menjadi semakin nyata dan perlu diwaspadai bersama.

Menurut Albert Sihite, pihaknya juga pernah menemukan warga asing yang berada di kota Dobo, tanpa dokumen yang jelas, sehingga yang bersangkutan telah diamankan dan dipulangkan sesuai aturan yang berlaku. 

“Kami juga pernah menemukan adanya warga negara asing yang berada di Dobo tanpa dokumen yang jelas, dan hal tersebut telah kami amankan serta dipulangkan sesuai prosedur hukum yang berlaku. Perlu diingat bahwa suatu tindak pidana, tidak hanya terjadi karena adanya kesempatan, tetapi juga karena adanya niat. Oleh sebab itu, kewaspadaan dan kesadaran kita bersama sangat dibutuhkan”. Tandasnya.

Sebagai narasumber dalam penyampaian materi sosialisasi adalah IOM (Badan Migrasi PBB) ZICO PESTALOZZI, dan Divhubinter Polri, IPTU DIONA RISKAFURI, S.Hum., MA. (Moses)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SOROT NUSWANTORO NEWS "dari LAMONGAN untuk NUSANTARA"