Tangerang Kota, SNN.com - Fenomena parkir liar kembali menjadi sorotan di kawasan depan kantor DPRD Kota Tangerang dan sekitar Masjid Agung Al-A'zhom. Area yang seharusnya tertib dan menjadi pusat pelayanan masyarakat tersebut kini diduga berubah menjadi lahan subur bagi praktik parkir liar yang dikelola oknum tidak bertanggung jawab.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat kerap diparkir di bahu jalan dan trotoar sekitar kawasan tersebut. Para juru parkir liar diduga memungut biaya parkir kepada pengendara tanpa dilengkapi karcis resmi maupun atribut yang menunjukkan legalitas dari dinas terkait.
Kondisi ini tidak hanya merugikan masyarakat dari sisi ekonomi, tetapi juga menimbulkan keresahan. Beberapa pengendara mengaku merasa terpaksa membayar karena khawatir kendaraan mereka tidak aman jika menolak memberikan uang parkir. Selain itu, keberadaan parkir liar di sekitar kawasan perkantoran dan tempat ibadah ini juga dinilai mengganggu kelancaran arus lalu lintas, terutama saat jam ramai dan akhir pekan.
Beberapa pengunjung yang tengah bersantai di taman sekitar kawasan Masjid Agung Al-A'zhom juga mengaku merasa kurang nyaman dengan maraknya parkir liar di kawasan tersebut.
“Biasanya saya ke sini cuma mau bersantai sama keluarga, duduk-duduk di taman. Tapi sekarang agak terganggu karena banyak juru parkir liar yang mondar-mandir, kadang bikin suasana jadi tidak nyaman,” ujar Hendra (42), salah satu pengunjung taman.
Pengunjung lain, Lina (29), juga mengungkapkan bahwa keberadaan parkir liar membuat suasana santai di taman menjadi kurang tenang.
“Kami datang ke taman untuk santai dan menikmati suasana sekitar masjid. Tapi kalau parkir tidak jelas dan harus bayar tanpa karcis, rasanya jadi kurang nyaman,” katanya.
Selain itu, beberapa pengunjung lain menilai parkir sembarangan menyebabkan jalan menjadi sempit dan rawan macet, terutama saat akhir pekan atau ketika ada kegiatan di kawasan masjid.
“Kalau hari libur atau ada acara di masjid, parkir makin semrawut. Jalan jadi macet, kadang susah keluar masuk area taman,” ungkap Andi (41), pengunjung lainnya.
Masyarakat berharap pihak terkait segera mengambil langkah tegas untuk menertibkan praktik parkir liar yang diduga dikelola oknum preman di sekitar kawasan DPRD Kota Tangerang dan Masjid Agung Al-A'zhom. Penataan parkir yang tertib dan resmi dinilai penting demi menjaga kenyamanan, keamanan, serta kelancaran lalu lintas di kawasan publik tersebut.
Selain itu, pengawasan rutin dari instansi terkait diharapkan mampu mencegah praktik pungutan liar yang merugikan masyarakat. Warga menilai, kawasan pusat pemerintahan dan tempat ibadah seharusnya menjadi contoh ketertiban, bukan justru menjadi ruang bagi praktik-praktik yang meresahkan.
Dengan adanya tindakan nyata dan koordinasi lintas instansi, masyarakat berharap kawasan sekitar Masjid Agung Al-A'zhom dapat kembali menjadi ruang publik yang aman, nyaman, dan tertib bagi seluruh warga yang datang untuk beribadah maupun bersantai bersama keluarga. ( usman )

Tidak ada komentar:
Posting Komentar