Probolinggo, SNN.com – Layanan distribusi air bersih PERUMDAM Tirta Argapura mengalami gangguan serius sejak Rabu (8/4), menyusul kerusakan pada jaringan pipa utama. Kerusakan ini terjadi pada jalur pipa gravitasi yang berlokasi sekitar 500 meter dari sumber Mata Air Tancak.
Diduga kuat, kebocoran tersebut dipicu oleh pergeseran tanah atau tanah longsor akibat intensitas curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir. Akibatnya, suplai air ke sejumlah wilayah meliputi Maron, Condong, Pesawahan dan Pedagangan, mengalami kendala teknis, mulai dari debit air yang mengecil hingga terhenti total.
Menyikapi keluhan pelanggan, PERUMDAM Tirta Argapura segera mengerahkan armada truk tangki untuk mendistribusikan air bersih secara gratis ke permukiman warga yang terdampak. Langkah darurat ini dipimpin Divisi Pendistribusian Air PDAM Probolinggo.
" Kami memastikan bantuan air ini menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan, terutama di titik-titik yang aliran airnya mati total,"
Apresiasi datang dari warga terdampak, salah satunya Feny, warga Dusun Asinan Pesawahan Ia mengaku merasa terbantu dengan kesigapan petugas di lapangan.
"Kami mengucapkan terima kasih karena pihak PDAM dengan sigap mengirimkan bantuan air menggunakan truk langsung ke rumah warga. Ini sangat membantu kebutuhan domestik kami," ungkap Feny.
Di lokasi kerusakan, tim teknis terus berjibaku melakukan perbaikan meski dihadapkan pada medan yang sulit. Operator UPT Condong, menegaskan bahwa timnya bekerja ekstra untuk mempercepat proses normalisasi jaringan.
“ Kami bersama tim bekerja siang dan malam tanpa mengenal waktu. Fokus kami adalah memberikan pelayanan terbaik dan memastikan distribusi air kembali normal secepat mungkin,” tegas petugas PDAM saat ditemui di lokasi perbaikan, Senin (13/4/2026).
Hingga berita ini diturunkan, proses penyambungan pipa masih terus berlangsung. Pihak PERUMDAM mengimbau pelanggan di wilayah terdampak untuk tetap menyediakan penampungan air sementara selama proses perbaikan berlangsung.(Feny)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar