Sorot Nuswantoro News

Berita Online dan cetak, "CEPAT, TEPAT, LUGAS DAN BERANI" dari LAMONGAN untuk NUSANTARA


Kamis, 16 April 2026

Pemkab Kobar Iringi Pemakaman Prof. Birutė Galdikas, Warisan Perjuangan Orangutan Digaungkan untuk Generasi Mendatang

Pangkalan Bun, SNN.com – Jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Barat (Kobar) turut mengiringi prosesi pemakaman ilmuwan konservasi orangutan dunia, Birutė Mary Galdikas, yang dilaksanakan secara adat Dayak, Rabu (15/4/2026).

Sebelumnya, jenazah almarhumah disemayamkan di rumah duka keluarga di Jalan Topar, Desa Pasir Panjang, Kecamatan Arut Selatan, sejak Senin.

Prosesi pemakaman berlangsung khidmat, diawali dengan ritual adat sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada sosok yang telah mengabdikan hidupnya bagi pelestarian alam.

Wakil Bupati Kotawaringin Barat, Suyanto, bersama jajaran pemerintah daerah hadir langsung dalam prosesi tersebut. Kehadiran mereka menjadi wujud penghormatan atas dedikasi almarhumah dalam penelitian dan pelestarian orangutan.
Dalam sambutannya, Suyanto menyampaikan belasungkawa mendalam atas nama pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Kobar. Ia menegaskan bahwa perjuangan almarhumah belum berakhir dan harus dilanjutkan oleh semua pihak.

“Perjuangan beliau belum selesai. Sejak penelitian dimulai pada 1971, sepanjang hidupnya beliau mengabdikan diri untuk ilmu pengetahuan, sehingga meninggalkan ilmu dan pelajaran berharga bagi dunia,” ujarnya.

Ia menambahkan, penelitian yang dilakukan Prof. Birutė Galdikas menjadi tonggak penting dalam dunia ilmu pengetahuan, khususnya dalam memahami kehidupan orangutan di habitat aslinya.

Kontribusi tersebut turut meningkatkan kesadaran global akan pentingnya pelestarian satwa liar dan lingkungan.

Pemkab Kobar, lanjutnya, bersama para pemangku kepentingan terus berkomitmen menjaga kelestarian orangutan dan habitatnya, termasuk di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting yang selama ini menjadi pusat penelitian dan konservasi.

“Mari dukung sepenuhnya dan berikan apresiasi atas perjuangan beliau yang penuh integritas, konsistensi, dan kegigihan. Berkat jasa besar beliau, kita dapat menikmati kelestarian Tanjung Puting, dan kesadaran publik kini terus meningkat untuk menjaga orangutan,” imbuhnya.

Suasana haru menyelimuti jalannya prosesi pemakaman. Para pelayat dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat, pemerhati lingkungan, hingga tokoh daerah, hadir untuk memberikan penghormatan terakhir serta mendoakan almarhumah.
Sementara itu, putra almarhumah, Frederick Galdikas, dalam sambutannya mengenang sang ibu sebagai pribadi yang penuh kasih sayang dan memiliki kecintaan mendalam terhadap Indonesia, khususnya Kalimantan.

“Ibu mencintai Indonesia dengan sepenuh hati, mencintai Pangkalan Bun, Desa Pasir Panjang, Taman Nasional, serta budayanya. Bahkan saat dalam perjalanan, beliau kerap mendengarkan musik karungut, yang menunjukkan kedekatannya dengan kehidupan masyarakat lokal,” kenangnya.

Frederick juga mengajak seluruh pihak untuk tidak larut dalam kesedihan, melainkan melanjutkan perjuangan dan nilai-nilai yang telah diwariskan almarhumah.

Kepergian Prof. Birutė Mary Galdikas meninggalkan duka mendalam, namun juga warisan besar berupa ilmu pengetahuan, keteladanan, serta semangat konservasi yang diharapkan terus hidup dan dilanjutkan oleh generasi mendatang.(Guswan).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SOROT NUSWANTORO NEWS "dari LAMONGAN untuk NUSANTARA"