Pangkalan Bun, SNN.com – Loka Pengawas Obat dan Makanan (Loka POM) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menggelar rapat koordinasi dan pendampingan pengisian Tools Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Pangan Aman (KKPA) Tahun 2026 di Aula Loka POM Kobar, Senin (22/6).
Kegiatan ini melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), di antaranya Bapperida, Dinas Kesehatan, Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, DPMPTSP, serta Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM.
Tujuannya untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam meningkatkan capaian penilaian Kabupaten/Kota Pangan Aman Tahun 2026.
Dalam rapat tersebut, peserta mendapatkan pendampingan teknis terkait pengisian instrumen penilaian mandiri KKPA sekaligus membahas berbagai kendala yang masih dihadapi dalam pemenuhan data dukung. Evaluasi tahun sebelumnya menunjukkan perlunya penguatan koordinasi antarinstansi agar target penilaian dapat dicapai lebih optimal.
Kepala Loka POM Kobar, Chatulis Indra Jaya, mengatakan keberhasilan penilaian KKPA sangat bergantung pada kolaborasi seluruh perangkat daerah sesuai tugas dan kewenangannya masing-masing.
"Melalui koordinasi yang baik dan komitmen bersama, target Kabupaten Pangan Aman Tahun 2026 dapat dicapai secara maksimal," ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, seluruh peserta sepakat memperkuat koordinasi dan mempercepat pemenuhan data dukung yang menjadi indikator penilaian. Upaya ini diharapkan mampu mendorong terwujudnya sistem pangan yang aman, berkualitas, dan memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat Kabupaten Kotawaringin Barat.
Di sisi lain, masyarakat berharap program Kabupaten Pangan Aman tidak hanya berorientasi pada penilaian administrasi, tetapi juga diikuti dengan peningkatan pengawasan terhadap peredaran pangan di pasar, toko, maupun tempat usaha kuliner guna menjamin keamanan pangan yang dikonsumsi masyarakat sehari-hari. (Gusti)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar