Bojonegoro, SNN.com - Proyek pembangunan jalan rigid beton yang bersumber dari anggaran Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) Tahun 2025/2026 di Desa Ngaglik, Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menuai sorotan warga. Jalan yang baru selesai dikerjakan beberapa hari sudah mengalami keretakan di sejumlah titik.
Seorang warga setempat mengungkapkan bahwa keretakan tersebut terlihat cukup jelas dan tersebar di beberapa bagian jalan. "Setidaknya ada sekitar 9 titik keretakan yang kami temukan. Ini sangat parah. Pekerjaan yang nilainya sampai miliaran rupiah, masa baru beberapa hari sudah banyak yang retak," ujarnya dengan nada kesal.
Warga mempertanyakan kualitas pekerjaan dan tanggung jawab pihak terkait jika kondisi jalan yang baru selesai dibangun sudah menunjukkan kerusakan dalam waktu singkat. "Terus bagaimana ini pertanggungjawabannya? Kalau baru beberapa hari saja sudah retak seperti ini, kami khawatir ke depannya akan semakin parah," tambahnya.
Keluhan serupa disampaikan sejumlah warga lainnya, terutama para ibu-ibu yang rutin berolahraga jalan kaki melintasi jalan tersebut. Mereka kecewa karena proyek yang baru saja rampung justru sudah menunjukkan banyak keretakan.
Kepala Desa Ngaglik, Suncoko, belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp. Sekretaris Desa Ngaglik, Widodo, dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang Kabupaten Bojonegoro, Ivan Chusaivi, juga belum memberikan jawaban.
Camat Kasiman, Beny Subianto, mengatakan bahwa dirinya baru menjabat dan belum mengetahui detail tentang proyek jalan rigid beton di Desa Ngaglik. "Pihaknya open menjalin kemitraan dengan awak media, tapi sejauh ini pekerjaan jalan tersebut belum juga selesai. Dan pekerjaan tersebut juga masih dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Inspektorat. Jika itu dalam persoalan, kita menunggu monitoring saja dari inspektorat Bojonegoro," katanya.
Warga berharap pemerintah daerah, termasuk Bupati Setyo Wahono, APIP, dan APH, turun langsung ke lapangan untuk melakukan sidak. "Kalau memang ada yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis, seharusnya masih bisa segera diperbaiki karena masih masa perawatan. Jangan sampai nanti dibiarkan begitu saja dan akhirnya merugikan masyarakat," pungkas warga tersebut.
Reporter: Lukman


Tidak ada komentar:
Posting Komentar