Kepulauan Aru, SNN.com - Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) kelas III Dobo, Rusman Wusurwut berupaya lakukan penataan dan perbaikan fasilitas pelabuhan Yos Sudarso Dobo, guna menjamin keselamatan dan menghindari desakan penumpang, pengunjung dan pedagangan asongan, saat masuk keluar Pelabuhan.
Dalam keterangan pers-nya, Rusman mengatakan bahwa setelah tiba di Aru, pihaknya berusaha melakukan penataan dan sedikit perubahan, terhadap aksaes masuk keluar pelabuhan Yos Sudarso Dobo. Pelabuhan Yos Sudarso Dobo mempunyai dua jalur pintu masuk dan keluar untuk kegiatan perdagangan dan lalu lintas pergerakan masyarakat, yaitu 1 pintu utama sejak pelabuhan dibangun dan satu pintu lainnya, baru dibangun bahkan jalannya belum diaspal dan sempit.
Menurut Rusman, dari dua jalur pintu tersebut, jalur pintu utama dijadikan sebagai pintu keluar, dan jalur pintu yang satu dan yang baru dibangun, dijadikan sebagai pintu masuk penumpang.
“Mungkin saya sedikit buka diri bahwa kemarin setelah saya datang, saya berusaha untuk harus ada sedikit perubahan terhadap akses masuk keluar penumpang di pelabuhan Yos Sudarso Dobo. Dimana untuk pintu utama Pelabuhan, kita jadikan sebagai pintu keluar penumpang, sementara pintu di samping kantor yang baru dibangun, kita jadikan sebagai pintu masuk penumpang. Walaupun pintu masuk itu arealnya agak sempit, tetapi itu tidak mengurangi semangat kami dan kami selalu siap supaya kapal yang selalu masuk dalam embarkasi-embarkasi di Pelabuhan Yos Sudarso Dobo, bisa sedikit berubah menjadi lebih baik”. Ucapnya.
Terkait dengan jalan pintu masuk yang belum di Aspal, menurut Rusman, pihaknya sudah mendapat dukungan dari Bupati Aru, Timotius Kaidel untuk kedepannya akan diaspal. “kami sudah mendapat dukungan dari pa Bupati, untuk jalan Pintu Masuk pelabuhan yang belum di aspal itu, rencananya kedepan akan di aspal”. Sebutnya.
Selain rencana pengaspalan jalan pintu masuk pelabuhan, Rusman juga berencana akan membongkar kantor Syahbandar dan arealnya akan di jadikan untuk perluasan terminal pelabuhan, sementara ruang tunggu penumpang akan dijadikan sebagai aktifitas perkantoran syahbandar.
“Rencananya kedepan, kantor syabandar ini mungkin akan di bongkar dan kita akan gunakan ruang tunggu penumpang sebagai kantor. Rencana pembongkaran kantor Syahbandar ini adalah untuk perluasan terminal pelabuhan sehingga pelayaran lain seperti PT Temas dan PT Meratus Line bisa masuk Dobo”. jelasnya.
Sebagai Kepala UPP kelas III Dobo, Rusman Wusurwut berharap agar dengan perluasan terminal dan penataan fasilitas pelabuhan Yos Sudarso Dobo, bisa ada pelayaran kapal lain yang masuk di pelabuhan Dobo, sehingga dapat menghilangkan disparitas atau perbedaan harga barang secara signifikan akibat biaya logistic dan transportasi yang tinggi.
“Dengan adanya perluasan terminal dan penataan fasilitas Pelabuhan Yos Sudarso Dobo, bisa ada pelayaran kapal lain yang masuk Dobo dalam persaingan terkait biaya-biaya kontener, sehingga diharapkan dapat menghilangkan disparitas atau perbedaan harga barang secara signifikan akibat biaya logistic dan transportasi yang tinggi”. Harapnya.
Menurut Rusman, posisi Pelabuhan yang dekat dengan pemukiman masyarakat itu agak sulit, tetapi pihaknya akan berusaha melakukan perubahan sedikit demi sedikit untuk kedepannya menjadi lebih baik. (Moses)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar