Sorot Nuswantoro News

Berita Online dan cetak, "CEPAT, TEPAT, LUGAS DAN BERANI" dari LAMONGAN untuk NUSANTARA

Sabtu, 10 Januari 2026

Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H, Momentum Penguatan Iman di Masjid Besar Sirajul Muhtadin

Pangkalan Bun, SNN.com – Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah digelar dengan khidmat di Masjid Besar Sirajul Muhtadin, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Jumat malam (9/1/2026).

Kegiatan keagamaan ini mengusung tema “Mari Kita Implementasikan Oleh-Oleh Salat yang Diperintahkan dalam Peristiwa Isra’ Mi’raj Rasulullah SAW” sebagai pengingat pentingnya menjaga dan mengamalkan salat lima waktu dalam kehidupan sehari-hari.

Suasana religius terasa sejak awal acara melalui lantunan sholawat yang dibawakan oleh Grup Sholawatan Kelurahan Baru pimpinan Ibu Tengku Salamah, yang mengiringi kehadiran jamaah dan menambah kekhusyukan di dalam masjid.

Peringatan Isra Mi’raj tersebut dihadiri Staf Ahli Bupati Kotawaringin Barat Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Setda Kobar, Alpa Husein, SST., MT., mewakili Bupati Kotawaringin Barat Hj. Nurhidayah.

Turut hadir Anggota DPRD Kobar Fraksi Golkar dr. Erry Eryansyah, Kepala Dinas Disdukcapil Kobar, perwakilan Kodim 1014/Pbn, Lurah Baru, Ketua Masjid Besar Sirajul Muhtadin M. Taufiq Alamsyah, Pangeran Arsyadinsyah selaku Menteri dalam Kesultanan Kutaringin beserta para juriyat, serta tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda.
Ketua Panitia Peringatan Isra Mi’raj, Taufiq Alamsyah, menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga Kelurahan Baru, khususnya RT 1 hingga RT 8, pengurus masjid, serta panitia atas partisipasi dan kerja sama sehingga kegiatan berjalan lancar dan tertib.

Dalam sambutannya, Alpa Husein menegaskan bahwa peringatan Isra Mi’raj bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat keimanan dan mengingat kembali kewajiban salat lima waktu.

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat, lanjutnya, berkomitmen mendukung kegiatan keagamaan sebagai bagian dari pembangunan mental dan spiritual masyarakat yang sejalan dengan pembangunan fisik.

Puncak acara diisi dengan tausiah oleh Ustadz Ibrahim Said, pimpinan Pondok Pesantren Al Madina Pangkalan Bun.

Ia menekankan bahwa salat merupakan inti ajaran dari peristiwa Isra Mi’raj yang harus dijaga secara konsisten. Acara ditutup dengan doa yang dipanjatkan oleh Ustadz Ibrahim Said, berlangsung khidmat dan penuh haru.(Guswan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SOROT NUSWANTORO NEWS "dari LAMONGAN untuk NUSANTARA"