Sorot Nuswantoro News

Berita Online dan cetak, "CEPAT, TEPAT, LUGAS DAN BERANI" dari LAMONGAN untuk NUSANTARA


Kamis, 01 Januari 2026

Pungutan Retribusi Masuk Pantai Bogam Raya–Keraya Dikeluhkan Pengunjung

Pangkalan Bun, SNN.com – Sejumlah pengunjung yang hendak berwisata ke Pantai Bogam Raya dan Keraya mengeluhkan pungutan retribusi di pintu masuk yang berada di Desa Kubu Kecamatan Kumai Kotawaringin Barat (Kobar) Kamis 1/1/26.

Pasalnya, pungutan yang diberlakukan dinilai tidak jelas dan membingungkan para wisatawan, terutama saat hari libur.
Menurut keterangan beberapa pengunjung, di pintu masuk terpasang tulisan tarif retribusi kendaraan roda empat sebesar Rp7.000 per mobil. Namun pada praktiknya, petugas justru memungut biaya berdasarkan jumlah orang (per kepala) di dalam kendaraan.

“Sangat membingungkan. Di papan tertulis per mobil Rp7.000, tapi saat membayar malah dihitung Rp7.000 per orang,” ujar salah seorang pengunjung dengan nada keberatan.

Keluhan ini dirasakan semakin memberatkan bagi pengunjung yang datang bersama keluarga atau rombongan. Seorang warga yang mengendarai mobil pikap mengaku harus membayar cukup besar karena membawa banyak penumpang.

“Bayangkan kalau seperti saya, membawa 10 orang di bak belakang dan 2 orang di depan. Kalau dihitung per kepala, sudah berapa uang yang harus dikeluarkan. Padahal niat kami hanya ingin berwisata,” ungkapnya.

Kondisi ini dinilai sangat merugikan masyarakat, mengingat pada hari libur puluhan bahkan ratusan kendaraan roda dua maupun roda empat memadati jalur menuju kawasan wisata Pantai Kubu, Bogam Raya, dan Keraya.

Warga berharap Bupati dan Wakil Bupati Kotawaringin Barat, serta instansi terkait, dapat turun tangan untuk memastikan kejelasan aturan dan tarif retribusi masuk kawasan wisata tersebut.

Mereka meminta agar pungutan dilakukan secara transparan dan sesuai ketentuan, sehingga masyarakat yang ingin berwisata tidak merasa dirugikan.

“Harapan kami, aturan tarif diperjelas dan disosialisasikan dengan baik. Jangan sampai wisata yang seharusnya menyenangkan justru menjadi beban bagi warga,” tutup salah seorang pengunjung.(Guswan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SOROT NUSWANTORO NEWS "dari LAMONGAN untuk NUSANTARA"