Sorot Nuswantoro News

Berita Online dan cetak, "CEPAT, TEPAT, LUGAS DAN BERANI" dari LAMONGAN untuk NUSANTARA

Jumat, 09 Januari 2026

Kabar Gembira, Commuter Line Surabaya – Probolinggo Ditargetkan Bakal Terealisasi Sebelum Lebaran

JAKARTA, SNN.com - Pasca disetujuinya usulan rencana perpanjangan pelayanan kereta api Commuter Line Supas (Surabaya – Pasuruan) sampai ke Stasiun Probolinggo oleh Kementerian Perhubungan, Wali Kota Probolinggo Aminuddin pun audiensi bersama Dirjen Perkeretaapian di kantor Kemenhub Jakarta, Kamis (8/1). Ditargetkan, Commuter Line bakal di-launching sebelum lebaran tahun 2026.

Audiensi ini menjadi komitmen kuat Pemkot Probolinggo merealisasikan harapan masyarakat. Hadir dalam audiensi Dirjen Perkeretaapian Allan Tandiono, Sekretaris Dirjen Perkeretaapian Amin Hudaya, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api DJKA Arif Anwar, Plt Direktur Prasarana Perkeretaapian DJKA Catur Wicaksono, Direktur Keselamatan Perkeretaapian Jumardi, Pj Sekda Kota Probolinggo Rey Suwigtyo, Plt Kepala Dishub Pudi Adji Tjahjo Wahono dan jajaran.

“Usulan ini tentunya akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat yang setiap hari melakukan perjalanan commuter antarwilayah dari Kota Probolinggo menuju Surabaya. Kehadiran layanan ini maka mobilitas masyarakat semakin mudah, cepat dan aman. Pertumbuhan ekonomi meningkat melalui akses transportasi yang lebih efektif. Dan, konektivitas wilayah semakin terintegrasi mendukung sektor wisata,” jelas wali kota.

Menanggapi apa yang disampaikan Wali Kota Aminuddin, Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Allan Tandiono memberikan dukungan terkait usulan yang diajukan oleh Pemkot Probolinggo. Disamping itu, secara detail dokumen yang diperlukan akan disampaikan dan Dirjen Perkeretaapian akan secara serius menelaah potensi di Stasiun Probolinggo dengan rencana perpanjangan commuter line ini.

“Kami akan melihat kesiapan kereta commuter Indonesia dalam persiapan sarananya. Di sisi lain, kami memastikan commuter line yang sudah ada, standar pelayanan tetap terjaga. Apabila ada perpanjangan dan ada sarana yang perlu ditambahkan, akan kita evaluasi bersama,” terang Allan Tandiono.

Sementara itu, secara teknis, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api DJKA Arif Anwar menjelaskan perpanjangan relasi Supas dari Pasuruan ke Stasiun Probolinggo berjarak 38,6 KM. Permohonan perpanjangan rute ini didasari beberapa potensi seperti yang disampaikan oleh wali kota, seperti tingginya okupansi penumpang ke Stasiun Probolinggo yang bekerja dan sekadar rekreasi.

Pihaknya melihat, ada beberapa potensi di sekitar Stasiun Probolinggo yang dilayani beberapa kereta kela ekonomi, bisnis hingga eksekutif ini. Yaitu, Pendalungan; Blambangan Ekspres; Logawa; Ranggajati; Wijaya Kusuma; Sri Tanjung; Probowangi; Mutiara Timur dan Tawangalun.

“Demand cukup bagus. Di Probolinggo volume turun naik dari kereta-kereta yang melayani, jumlahnya cukup besar. Januari hingga November 2025 ada 15.722 penumpang turun naik di Probolinggo,” kata Arif.

Untuk itu, dalam rangka realisasi perpanjangan relasi Supas ada beberapa hal yang harus disiapkan, suatu kajian untuk melihat seperti apa potensi yang ada kaitan dengan commuter line di sisi penumpang dan sarana. Kajian Pemkot Probolinggo bersama KAI dan KCI (Kereta Cepat Indonesia) diperlukan untuk melihat perkembangan dan operasional yang diterapkan.

“Selain studi dan analisis, perlu melihat SPM (Standar Pelayanan Minimal)-nya. Penyesuaian izin operasi baru juga harus disesuaikan, penyesuaian PSO (Public Service Obligation) sehingga anggaran perlu disesuaikan juga,” imbuh Arif.

Kemenhub pun memutuskan commuter line akan dilaksanakan 2 kali dengan pola operasional keberangkatan dari Surabaya lebih awal, pukul 01.50 dan tiba di Stasiun Probolinggo pukul 03.45. Kemudian berangkat dari Stasiun Probolinggo pukul 04.10, tiba di Surabaya pukul 06.42. Keberangkatan malam dari Surabaya pukul 21.22, tiba di Stasiun Probolinggo pukul 23.36.

Hasil dari audiensi yang berjalan cepat tapi produktif ini telah membuahkan hasil konkret. Dirjen Allan Tandiono mengatakan realisasi sebelum lebaran tahun ini. “Bisa ya?,” tanya Allan usai Arif Anwar menyampaikan paparan. Dengan sigap dijawab bisa, karena sudah ada studi awal.

“Ada target, kita realisasikan sebelum lebaran. Mohon bantuan Pak Wali dan tim, setelah rapat bisa koordinasi dengan KCI dan PT KAI untuk persiapan prasarananya. Karena dengan perpanjangan ini, Stasiun Probolinggo lebih ramai. Tempat duduk, toilet dapat menambah pelayanan,” ujar Dirjen Allan.

Probolinggo bukan hanya tempat masyarakat berangkat bekerja saja, lanjut Allan, tapi tujuan lain ada tempat wisata di sekitar Kota Probolinggo. “Yang menuju Probolinggo ramai karena mereka bisa berbelanja, pelayanan transportasi baru sehingga mobilitas lebih cepat. Sebelum lebaran direalisasikan bisa bantu arus mudik dan liburan,” imbuhnya.

Dengan goal-nya usulan ini, Wali Kota Aminuddin pun merasa bersyukur. Kajian awal yang sudah dibuat oleh Pemkot Probolinggo akan disempurnakan kembali untuk menjadi persyaratan lanjut realisasi usulan tersebut.

“Terima kasih Pak Dirjen dan seluruh tim. Apa yang diusulkan ini sudah sesuai, bahkan setelah zoom beberapa waktu banyak sekali tanggapan positif. Pola operasional juga sesuai, karena sampai di Surabaya jam kerja belum dimulai. Saat pulang ke Probolinggo masih ada waktu untuk istirahat. Mudah-mudahan bisa diwujudkan sebelum lebaran, agar mengurangi kepadatan lalu lintas di jalan,” tuturnya. (Nitro)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SOROT NUSWANTORO NEWS "dari LAMONGAN untuk NUSANTARA"