Kepulauan Aru, SNN.com - Distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kepulauan Aru, dipastikan hanya menyasar sekolah-sekolah yang telah aktif melaksanakan kegiatan belajar-mengajar (KBM). Sekolah yang masih melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) belum bisa dilayani.
Hal ini ditegaskan oleh Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Kepulauan Aru, Yordan Yohanis Samloy, melalui telephon WhatsApp-nya, Rabu (15/07/26).
"Sekolah-sekolah yang proses MPLS atau masa perkenalannya belum selesai, berarti belum bisa difungsikan (menerima MBG). Karena di dalam peraturan teknis kami, proses pembagian MBG itu hanya berlangsung pada saat proses belajar-mengajar atau KBM sudah berjalan," ujar Yordan.
Menurut Yordan, sejauh ini baru ada dua sekolah di wilayah tersebut yang sudah resmi memulai proses KBM dan telah menerima penyaluran makanan bergizi, yaitu SD Negeri 6 (Sudah menerima penyaluran MBG) dan SD Negeri 11 (Sudah menerima penyaluran MBG). Sementara untuk sekolah-sekolah lainnya, pihak BGN merencanakan penyaluran akan mulai berjalan serentak pada hari Rabu ini, menyesuaikan dengan kesiapan KBM di masing-masing sekolah.
Untuk memastikan perluasan distribusi berjalan lancar, Yordan menjelaskan bahwa pihaknya akan mengecek SPPG karena yang sementara jalan ini adalah SPPG Durjela 2 sementara SPPG Durjela 1 dijadwalkan baru mulai jalan menyalurkan MBG. Dikatakan, Pihak BGN akan segera berkoordinasi kembali dengan Kepala Satuan Pelayanan Pelaksana Gizi (SPPG) untuk memverifikasi data sekolah mana saja yang telah merampungkan masa MPLS.
"Nanti saya cek ke Kepala SPPG lagi terkait sekolah-sekolah mana yang sudah selesai MPLS. Begitu KBM sudah jalan, berarti kita sudah bisa layani," tambahnya. (Moses)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar