Sorot Nuswantoro News

Berita Online dan cetak, "CEPAT, TEPAT, LUGAS DAN BERANI" dari LAMONGAN untuk NUSANTARA


Selasa, 30 Juni 2026

Penanganan Stunting di Aru Butuh Sinergi, Program GENTING Libatkan Semua Elemen

Kepulauan Aru, SNN.com -  Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru terus memperkuat komitmennya dalam upaya percepatan penurunan angka stunting. Salah satu langkah strategis yang digalakkan adalah melalui Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) yang merupakan program Nasional gotong royong yang diinisiasi oleh BKKBN untuk mempercepat penurunan Stunting.

Komitmen Pemda Aru ini dibuktikan dengan penyerahan paket bantuan secara simbolis oleh Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, kepada empat keluarga berisiko stunting di Kecamatan Pulau-Pulau Aru. Penyerahan dilakukan, usai upacara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 di halaman Kantor Bupati Kepulauan Aru, Senin (29/6/2026).

Dalam aksi sosial tersebut, Bupati didampingi oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang turut menyerahkan bantuan kepada para penerima. Kehadiran Forkopimda menjadi simbol kepedulian bersama terhadap pemenuhan gizi keluarga yang rentan.
Menjangkau Seluruh Kecamatan di Kepulauan Aru.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Kepulauan Aru, Aris Gainau, menjelaskan bahwa Program GENTING bertujuan mendukung percepatan penurunan stunting melalui keterlibatan lintas sektor, khususnya dalam memberikan bantuan langsung kepada anak-anak dari keluarga berisiko mencakup seluruh kecamatan di kabupaten Kepulauan Aru.

"Bantuan yang diserahkan secara simbolis hari ini selanjutnya akan disalurkan langsung kepada anak asuh dari keluarga berisiko stunting di seluruh wilayah Kabupaten Kepulauan Aru. Jadi bukan hanya di Kecamatan Pulau-Pulau Aru, tetapi mencakup seluruh kecamatan," ujar Aris di sela-sela kegiatan.

Menurut Gainau, Program GENTING merupakan inisiatif dari BKKBN yang mengusung konsep orang tua asuh sebagai bentuk gotong royong demi mendukung pemenuhan kebutuhan gizi dan kesehatan keluarga sasaran. Program ini mengajak semua elemen masayrakat menjadi “orang Tua Asuh” guna memberikan bantuan paket makanan bergizi, edukasi pengasuhan, dan pendampinagn gisi kepada ibu hamil hingga balita.

Dikatakan, Para orang tua asuh dalam program ini berasal dari berbagai unsur, antara lain:
-Bupati dan Wakil Bupati
-Sekretaris Daerah (Sekda)
-Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD)
-Camat dan Lurah
-Aparatur Sipil Negara (ASN)
-Berbagai elemen masyarakat yang berpartisipasi secara sukarela.

Kolaborasi Total demi Tekan Angka Stunting

Aris Gainau menegaskan bahwa persoalan stunting merupakan tantangan besar yang tidak dapat diselesaikan oleh satu instansi saja, melainkan membutuhkan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan (stakeholders).

"Program ini sengaja dirancang untuk membangun kolaborasi, gotong royong, dan integrasi program antar-OPD, dunia usaha melalui program CSR, instansi vertikal, hingga komunitas masyarakat sehingga intervensi yang dilakukan lebih efektif dan tepat sasaran," Jelasnya.

Sebagai informasi, Program GENTING menyasar kelompok keluarga berisiko stunting yang meliputi:
1.Ibu hamil dan ibu menyusui.
2.Bayi dan balita.
3.Keluarga dengan kondisi ekonomi rentan.

Bantuan yang diberikan tidak sekadar pemenuhan kebutuhan dasar pangan, melainkan juga bersifat edukatif guna meningkatkan pemahaman status gizi dan kesehatan keluarga penerima secara jangka panjang.

Optimisme Mewujudkan Generasi Aru Bebas Stunting

Gainau tidak menampik bahwa Kabupaten Kepulauan Aru saat ini masih menjadi salah satu daerah dengan angka prevalensi stunting yang relatif tinggi. Kondisi inilah yang memicu perlunya perhatian khusus dan keterlibatan masif dari semua pihak.

Ia berharap gerakan ini mampu memantik kepedulian sosial yang lebih luas di tengah masyarakat Kepulauan Aru.

"Harapan kami, semakin banyak pihak yang menjadi orang tua asuh sehingga semakin banyak pula keluarga yang mendapat pendampingan dan bantuan. Dengan kolaborasi semua elemen, kita optimistis angka stunting di Kabupaten Kepulauan Aru dapat ditekan secara bertahap," pungkas Gainau.

Di akhir penyampaiannya, Kadis DPPKB Aru juga menitipkan pesan mendalam kepada seluruh orang tua penerima manfaat. Ia mengimbau agar bantuan yang diterima dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk pemenuhan gizi ibu dan anak, serta meminta mereka aktif mengikuti pendampingan dari petugas kesehatan demi melahirkan generasi Aru yang sehat, cerdas, dan bebas stunting di masa depan. (Moses)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SOROT NUSWANTORO NEWS "dari LAMONGAN untuk NUSANTARA"