Lamongan, SNN.com - Petani Jagung Lamongan bisa tersenyum di musim kemarau panjang ini, pantauan SNN.com dari petani jagung Lamongan selatan per-hari ini ( 25/09) rata - rata jagung kering di ambil tengkulak Rp. 6.900,- sampai dengan Rp. 7.400,- .
" Jagung besar Rp. 6.900,- , jagung kecil Rp. 7.400,-" di ambil tengkulak. Tahun sebelumnya saat musim panen harga di kisaran Rp. 6000, kurang", ungkap para petani yang di wawancarai wartawan SNN.com, di 3 kecamatan Lamongan selatan.
Angan beberapa Petani Lamongan Selatan, misal pada musim kemarau seluruh lahan pertanian selatan mendapatkan kecukupan air, hasil panen lebih optimal.
" Airnya cukup ngoten, hasil panennya lebih banyak mas, tadah hujan tanah pertanian di sini", kata sumain petani daerah Mantup, saat di wawancarai di rumahnya, Jum'at, 25/09/2026.
Harap Petani ada upaya pemerintah sumber air bawah tanah bisa di perbarui lagi, untuk saat ini lahan pertanian di Lamongan selatan sudah sulit ditemukan mata air bawah tanah.
"Ndamel sumur Ten sabin empun ewet sumber e mas" kata salah satu petani, desa ketemas, kecamatan Kembangbahu, Jum'at, 25/09/2026.
Masih dengan petani desa ketemas yang namanya minta tidak disebutkan, dia berharap pemerintah daerah Lamongan membuat program untuk mengembalikan mata air bawah tanah agar saat musim kemarau bisa di gunakan petani untuk berproduksi di lahan pertaniannya.
Berdasarkan pantauan wartawan SNN.com, lahan pertanian di desa ketemas tidak produktif lagi di tanami saat musim kemarau ( Sawahnya Beroh ).
Sampai berita ini di terbitkan Dinas Lingkungan Hidup di mintai keterangan SNN.com, Rabu,23/09/2026, belum bisa memberikan jawaban terkait perencanaan pemeliharaan mata air bawah tanah di wilayah Lamongan selatan.
Pewarta : Hadi Mulyono

Tidak ada komentar:
Posting Komentar