Lamongan, SNN.com - Ditengah kondisi ekonomi sulit, segala upaya di lakukan untuk mendapatkan penghasilan sebagai kebutuhan sehari - hari.
Termasuk yang di lakukan Sukri, warga dusun Berpanggang, desa Lopang, kecamatan Kembangbahu, bermodal pengalaman sederhana mengubah pohon bambu menjadi kursi dan anak tangga.
Dalam kondisi fisik sering mengalami sakit - sakitan, Sukri, mengerjakan proses pemanfaatan bambu menjadi kursi dan anak tangga sendirian, termasuk memotong bambunya.
"Pelan - pelan mas motong bambunya, fisiknya sudah lemah", kata, Sukri, ke SNN.com, Sabtu, 26/09/2026.
Sukri mematok harga anak tangga mulai harga Rp. 125.000,- sampai Rp. 150.000,-. Untuk kursi atau bayang di patok harga mulai Rp. 250.000,-
![]() |
| Sukri |
Kemampuan Sukri dalam memproduksi bambu di jadikan anak tangga dan kursi juga tidak bisa banyak, dia bersyukur satu Minggu ada satu/dua pesanan bisa untuk menyambung hidup.
" Enek pesanan siji utowo dua, wes seneng mas, kenek gae ngopi sama buat makan", ungkap rasa syukurnya.
Dia tak berharap bantuan dari pemerintah, pesanan hasil karyanya tiap Minggu lancar 2 atau 3 saja sudah cukup, menurutnya.
Cara memasarkan Sukri, mengandalkan getok tular yang biasa di lakukanya di tempat ngopi dia di warung legendaris Mbah ladi dusun mojomanis, desa Lopang, kecamatan Kembangbahu.
Saat di tanya wartawan SNN.com, bila ada orang luar yang memesan produknya apakah ada nomer seluler yang bisa di hubungi, Sukri tidak memiliki Hp, pungkasnya.
Bagi pembaca berita ini, SNN.com membukakan saluran pemesanan produk Sukri di nomer WA 0823-3092-5467.
Pewarta : Hadi Mulyono.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar