LAMONGAN, SNN.com — Panas terik matahari Kabupaten Lamongan tak menyurutkan semangat puluhan pasang tangan yang sibuk mengayunkan cangkul dan sekop di Dusun Asem, Desa Payaman, Kecamatan Solokuro. Senin (29/06/2026)
Terlihat dalam karyabakti ini tak ada sekat antara seragam loreng TNI dan pakaian lusuh khas petani tampak melebur menjadi satu.
Anggota Koramil 0812/23 Solokuro bersama warga setempat bahu-membahu menggelar karya bakti pengurukan dan pemadatan jalan pertanian menggunakan pedel (tanah kapur berbatu).
Bagi warga Dusun Asem, jalur ini bukan sekadar jalan biasa. Jalan ini adalah urat nadi perekonomian, jalur utama yang setiap hari dilewati untuk mengangkut hasil bumi, pupuk, dan harapan keluarga mereka.
Sebelum diperbaiki, kondisi jalan yang rusak sering kali membuat ongkos angkut melonjak, bahkan tak jarang memicu kecelakaan bagi petani yang melintas saat membawa beban berat.
Pjs Danramil 0812/23 Solokuro Serka Suzaki menyampaikan bahwa kehadiran TNI di tengah-tengah masyarakat bukan hanya untuk menyelesaikan pekerjaan fisik, melainkan untuk merawat ikatan batin yang selama ini menjadi kekuatan bangsa.
"Kemanunggalan TNI dan rakyat itu bukan slogan di spanduk. Rohnya ada di sini, di kepulan debu pedel ini. Saat bahu anggota kami dan bahu pak tani sama-sama memikul beban, di situlah kami merasa utuh sebagai tentara rakyat," ujar Pgs Danramil.
Sejak pagi buta, truk-truk pengangkut pedel datang bergantian. Tanpa dikomando, para babinsa dan warga langsung membagi tugas ada yang meratakan timbunan kapur, ada yang memadatkan, dan beberapa ibu-ibu rumah tangga sibuk mengantarkan wedang kopi serta jajanan pasar ke tepi jalan. Canda tawa sesekali pecah di sela-sela napas yang terengah, mengikis rasa lelah yang menggelayut.
Rasa syukur mendalam dipancarkan oleh wajah-wajah legam para petani Dusun Asem. Salah satu tokoh masyarakat Desa Payaman mengungkapkan betapa berartinya bantuan tenaga dari para tentara ini.
"Kalau dikerjakan sendiri, entah kapan jalan ini bisa rata. Maturnuwun sanget bapak-bapak tentara Koramil Solokuro. Sekarang kalau mau ke sawah atau bawa hasil panen jagung ke pasar sudah tidak was-was lagi," ungkapnya sambil tersenyum lebar.
Karya bakti ini menjadi bukti nyata bahwa gotong royong dan kearifan lokal (bekerja bersama-sama) belum pudar. Di Dusun Asem, kemanunggalan TNI bersama rakyat tidak lagi dikonsepkan secara rumit, ia tampil sederhana: dalam wujud jalan pertanian yang kini rata dan siap mengantarkan kesejahteraan bagi warga Desa Payaman (Pendim0812)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar