Sorot Nuswantoro News

Berita Online dan cetak, "CEPAT, TEPAT, LUGAS DAN BERANI" dari LAMONGAN untuk NUSANTARA


Selasa, 30 Juni 2026

Pemkab Kepulauan Aru Surati Dirjen Hubla Terkait Kapal Pengganti KM Labobar Bersiap Masuk Dok

Kepulauan Aru, SNN.com - Kapal Motor (KM) Labobar dijadwalkan akan segera menjalani proses perawatan rutin atau docking (dok) pada tanggal 27 Juli 2026 mendatang. Guna mengantisipasi kekosongan armada, KM Labobar dijadwalkan akan melakukan pelayaran terakhirnya sebelum masuk dok pada 17 Juli 2026.

​Kepala Kantor Cabang Pelni Dobo, Idam Fajar yang dimintai keterangannya senin 29/06/26, menjelaskan bahwa langkah cepat dan antisipatif sudah diambil oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru. 

Dikatakan, Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel telah memberikan respon atas surat yang disampaikan oleh PT Pelni Dobo, dan dengan cepat Bupati telah melayangkan surat resmi kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kementerian Perhubungan di Jakarta. Surat tersebut berisi permohonan dispensasi atau pengoperasian kapal pengganti selama KM Labobar menjalani proses docking. 

"Untuk mengantisipasi masa dok KM Labobar, kami sudah mengajukan surat kepada Bupati Kepulauan Aru. Respons Bupati sangat positif, beliau langsung membalas dan membuat surat ke Dirjen Perhubungan Laut di Jakarta untuk permohonan pengoperasian kapal pengganti selama Labobar menjalani proses doking," Ujar Kacab Pelni Dobo, Idam Fajar.

​Dikatakan, saat ini pihak pemerintah daerah dan otoritas pelabuhan masih menunggu keputusan dan informasi resmi dari pusat mengenai armada apa yang nantinya akan ditugaskan untuk menggantikan rute KM Labobar. 

"Kami sedang menunggu info juga kira-kira nanti yang akan menggantikan KM Labobar yang mau doking itu kapal apa. Secara praktis, Bupati sudah mengajukan surat kepada Dirjen Perhubungan Laut, dan tinggal proses selanjutnya di Jakarta untuk menentukan kapal pengganti tersebut," Tambahnya.

​Dijelaskan, hingga saat ini, pelayanan transportasi laut di wilayah Kepulauan Aru, dilayani oleh dua armada utama, yaitu KM Labobar dan KM Tatamailau. Sementara itu, KM Leuser dijadwalkan akan mulai beroperasi kembali besok, Rabu, 30 Juni 2026.
​Meskipun saat ini bertepatan dengan masa libur sekolah, pergerakan arus balik mudik di pelabuhan setempat terpantau masih landai dan belum menunjukkan lonjakan yang signifikan.
Menurut Idam Fajar, kendala pelayanan penumpang ke Arah Barat masih sangat terbatas pada hanya satu armada yaitu KM Labobar. Sehingga masuknya KM Labobar ke dalam dok diprediksi akan berdampak pada konektivitas ke arah barat Indonesia. Selama ini, KM Labobar merupakan satu-satunya armada yang melayani rute ke arah barat secara reguler.
Sementara, secara geografis dan ketersediaan armada, pelayaran ke arah Indonesia Timur dinilai tidak mengalami kendala karena sudah terakomodasi dengan baik oleh beberapa armada yaitu: ​KM Tatamailau, ​KM Leuser dan ​KM Sirimau. Kendala utama sekarang adalah pelayaran ke-arah barat. 

"Idealnya untuk jumlah kapal sekarang, kendala utama kami adalah pelayaran ke arah barat. Untuk ke arah Indonesia Timur tidak ada masalah karena sudah dilayani oleh KM Tatamailau, Leuser, dan KM Sirimau. Sementara ke arah barat masih terkendala karena hanya KM Labobar yang melayani penumpang ke arah barat selama ini," Jelasnya.

​Pemerintah daerah berharap Dirjen Perhubungan Laut dapat segera menyetujui dan menunjuk kapal pengganti yang sepadan agar mobilisasi masyarakat dan distribusi logistik ke arah barat tetap berjalan normal selama KM Labobar berada di galangan dok. (Moses)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SOROT NUSWANTORO NEWS "dari LAMONGAN untuk NUSANTARA"