Kepulauan Aru, SNN.com - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kepulauan Aru bekerja sama dengan Jasa Raharja menggelar sosialisasi Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) bagi Komunitas Sopir Angkutan Kota (Angkot) se-Kota Dobo, Selasa 21/7/26.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 15.00 WIT tersebut dipusatkan di Aula Ursia Urlima Polres Kepulauan Aru. Sosialisasi ini diselenggarakan sebagai langkah nyata kepolisian dalam meningkatkan kesadaran para pengemudi angkutan umum akan pentingnya keselamatan, ketertiban, dan kenyamanan penumpang di jalan raya.
Agenda ini dihadiri langsung oleh: Kasat Lantas Polres Kepulauan Aru, IPTU Teofilus J. Soselisa, SH, MH. Perwakilan Jasa Raharja, Pamela Imam, S.Sos. CEO Mobil Angkot Dobo. Kanit Kamsel Satlantas Polres Kepulauan Aru. Para pengemudi yang tergabung dalam Komunitas Sopir Angkutan Umum Kota Dobo.
Dalam arahannya, Kasat Lantas IPTU Teofilus J. Soselisa memberikan penekanan khusus kepada seluruh pengemudi agar senantiasa mengutamakan keselamatan selama beroperasi. Ia menegaskan bahwa setiap pengemudi angkutan umum wajib mengantongi Surat Izin Mengemudi (SIM) yang sah serta bertanggung jawab penuh terhadap keselamatan penumpang.
Selain kelengkapan administrasi pengemudi, kesiapan fisik armada juga menjadi sorotan. Para sopir diminta untuk rutin memastikan kendaraan yang digunakan memenuhi persyaratan teknis dan layak jalan.
"Keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama. Karena itu, setiap pengemudi wajib mematuhi aturan lalu lintas dan memastikan kendaraan yang digunakan dalam kondisi layak serta memenuhi kelengkapan keselamatan," Ujar IPTU Jan Soselisa.
Tak sekadar memberikan imbauan, Kasat Lantas juga mengajak komunitas angkot untuk terus berkolaborasi dengan Satlantas Polres Kepulauan Aru demi mewujudkan situasi Kamseltibcarlantas yang kondusif di wilayah Kota Dobo.
Sebagai pengguna jalan yang beraktivitas setiap hari, para pengemudi angkot dinilai memiliki peran vital dan diharapkan bisa menjadi contoh teladan bagi masyarakat luas dalam mematuhi aturan lalu lintas.
Melalui pendekatan komunikatif ini, sosialisasi tersebut sekaligus menjadi sarana mempererat silaturahmi antara Polantas dan masyarakat. Sinergi antara kepolisian, Jasa Raharja, dan komunitas angkutan umum diharapkan dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas serta menciptakan lalu lintas Kota Dobo yang aman, tertib, dan lancar. (Moses)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar