Sorot Nuswantoro News

Berita Online dan cetak, "CEPAT, TEPAT, LUGAS DAN BERANI" dari LAMONGAN untuk NUSANTARA



Selasa, 24 Mei 2022

Bupati Lamongan : Kita Semua Optimis Capai Pemulihan


Lamongan, SNN.com - Kabupaten Lamongan enam kali secara berturut-turut terima penghargaan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI. Penghargaan tersebut tidak terlepas dari kerja keras dan sinergi dari semua pihak. Hal tersebut sebagaimana diungkapkan oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat  menyampaikan laporan pertanggungjawaban pelaksanan APBD Kabupaten Lamongan pada rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lamongan, Senin (23/5) di Ruang Paripurna Gedung DPRD Kabupaten Lamongan.

"Ini semua tidak terlepas dari kerja keras, kerja sama dan sinergi semua pihak termasuk seluruh ASN, perangkat daerah, dan mitra kerja pembangunan DPRD," tutur Bupati Yes

Terlebih, menurut Bupati Yes, diawal kepemimpinannya merupakan tahun tahun yang berat bagi semuanya, untuk mengalokasikan sebagian besar anggaran dalam penanganan dampak pandemi Covid-19.

Meski demikian, menurut Bupati Yes, tahun ini Kabupaten Lamongan mengalami perubahan ekonomi sebesar 3,43% yang sebelumnya terkontraksi menjadi -2,63. Serta penguatan sumberdaya manusia melalui program-program unggulan yang dapat membangkitkan IPM menjadi 73,12%.

“Recover Together, Recover Stronger, Saya optimis kita dapat pulih kembali bersama dan tumbuh kuat bersama, seberat apapun tantangan akan dapat kita raih dengan bergandeng tangan bersama untuk kesejahteraan masyarakat Lamongan," kata Bupati Yes

Diganti dalam laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Bupati Yes mengungkapkan, Perumda Air Minum Kabupaten Lamongan sebagai salah satu penymbang pendapatan asli daerah (PAD) terbesar untuk pendapatan hasil pengelolaan kekayaam daerah yang dipisahkan yakni sebesar 122,30%. 

Disampaikan Bupati Yes, pendapatan daerah tahun anggaran 2021 tercatat sebesar 2,9 triliun atau 100,08%. Yang berasal dari pendapatan asli daerah, pajak daerah, PAD Yang Sah terealisasi, dan pendapatan transfer dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

Lebih lanjut pak Yes memaparkan, bedasarkan ketetapan Peraturan Daerah (Perda) No. 10 Tahun 2020 beserta perubahan APBD Tahun Anggaran 2021 melalui Perda No 13 Tahun 2021,  Pendapatan Daerah yang di targetkan sebesar 2,9 triliun, yang di alokasikan sebesar 3 triliun pada Belanja Daerah dan Transfer, sehingga terjadi defisit sebesar 49,9 milyar.

“Sehingga Ini perlu diseimbangkan melalui kebijakan pembiayaan dan komposisi penerimaan pembiayaan yang ditargetkan sebesar 52 milyar dan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp 2.5 milyar” imbuh Bupati Yes

Bupati Yes berharap, penyampaian Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2021 ini dapat memberikan gambaran dan informasi yang jelas kesapa semua pihak. (Zainal A)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SOROT NUSWANTORO NEWS "dari LAMONGAN untuk NUSANTARA"