Sorot Nuswantoro News

Berita Online dan cetak, "CEPAT, TEPAT, LUGAS DAN BERANI" dari LAMONGAN untuk NUSANTARA



Selasa, 08 November 2022

Atasi Tiga PLTD Yang Mangkrak Di Aru, Pemda dan Masyarakat Bisa Belajar Dari Kabupaten Lain


Kepulauan Aru, SNN.com - Tiga Pembangkit Litrik Tenaga Diesel (PLTD) di Kabupaten Kepulauan Aru, yaitu PLTD Kecamatan Benjina, Taberfane dan Kecamatan Marlase, disebut mangkrak sejak tahun 2017 sampai sekarang. Masalah yang rumit mengakibatkan mangkraknya 3 PLTD tersebut, adalah masalah ganti rugi lahan dan pemasangan instalasi dan jaringan listrik. 

Terkait dengan mangkraknya 3 PLTD tersebut akibat masalah ganti Rugi Lahan, Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Aru dan seluruh masyarakat  diminta agar bisa belajar dan mengambil pengalaman dari Kabupaten lain.

Permintaan ini disampaikan oleh Executive Vice President (EVP) operasi distribusi Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara, PT PLN (Persero), Indradi setiawan dalam jumpa persnya di lantai II Kantor BPKAD Kabupaten Kepulauan Aru, rabu 02/11/22, usai kegiatan rapat kordinasi bersama Pemda Aru tentang masalah Kelistrikan di Provinsi Maluku lebih khusus di Kabupaten Kepulauan Aru. 

Dikatakan, pengalaman dibeberapa Kabupaten seperti di Kabupaten MBD, perlu menjadi pembelajaran untuk mengatasi PLTD yang Mangkrak di Kabupaten Kepulauan Aru. 

“Jadi pengalaman dari beberapa Kabupaten di Maluku, seperti Maluku Barat Daya kita bisa belajar. Dari tahun 2015 – 2017 waktu kami masih bertugas disini, itu pa Bupati sangat mendukung. Kami ngga pusing urus begitu. Pokoknya klir semua, Dokumennya ada dan lengkap kami terima. Mungkin beberapa kabupaten barangkali bisa belajar karena yang sudah disampaikan oleh ibu Mercy, bahwa Kabupaten yang baru, bisa cepat, sedangkan Kabupaten Kepulauan Aru terbengkalai. Pada hal kami punya program sama hanya penyelesaiannya ada yang lebih cepat dan ada yang terbengkalai”. Jelasnya. 

Menurut Indradi, penanganan PLTD yang mangkrak di Aru perlu dukungan bersama baik itu Pemerintah Kabupaten maupun masyarakat yang harus diberikan kesadaran, bahwa membangun kelistrikan, butuh bantuan secara bersama-sama. Harus ada kesadaran, katanya, bahwa pembangunan kelistrikan ini untuk kemaslahatan masyarakat. 

Dikatakan, terkait dengan biaya produksi PLN, itu jauh lebih mahal, sehingga jangan lagi dikaitkan dengan soal gangguan dan masalah Lahan. Indradi berharap, masalah pembebasan lahan bisa diselesaikan sehingga pemasangan instalasi dan jaringan tidak menjadi terhambat.

“Mudah-mudahan bisa selesai dengan pembebasan lahan oleh Pemda, kami tinggal memasang secara teknis instalasi dan jaringan dan tetap ada ruang bahwa walaupun sedikit tertinggal tapi dengan semangat dan pembelajaran dari beberapa Kabupaten mudah-mudahan masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru bisa membantu kami untuk lebih cepat”. Harapnya. (Moses)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SOROT NUSWANTORO NEWS "dari LAMONGAN untuk NUSANTARA"