Sorot Nuswantoro News

Berita Online dan cetak, "CEPAT, TEPAT, LUGAS DAN BERANI" dari LAMONGAN untuk NUSANTARA



Selasa, 08 November 2022

Aru Masih Gelap, Saya Tidak Bangga Sedikitpun


Kepulauan Aru, SNN.com - “Bagi saya, tidak bangga sedikitpun”. Kesal Mercy Christy Barends yang diungkapkan dalam sambutannya pada kegiatan Peresmian Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) bertempat di gedung Sakwarisa Kelurahan Siwalima Kecamatan Pulau-Pulau Aru, rabu 2/11/22. 

Kita pergi ke Kabupaten Kota yang lain, lanjutny, begitu indah dan terang benderang, tetapi begitu masuk di Kabupaten Kepulauan Aru, Aru masih gelap. Saya tidak bangga sedikitpun. 

Dikatakan, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) yang berbatasan dengan Timur Leste, masih terlihat terang benderang seperti Negara Timur Leste, tetapi sangat disayangkan, Kabupaten Kepulauan Aru terlihat masih dalam kegelapan. Dengan sangat merendah, Mercy Barends memohon dari semua pemangku kebijakan baik dari kepala Desa sampai ketingkat pusat, dan seluruh masyarakat Kabupaten Kepulauan Aru, agar bahu membahu mengusahakan penerangan di kabupaten kepulauan Aru.

Menurutnya, mengupayakan penerangan di Kabupaten Kepulauan Aru, adalah pertanda kehadiran kita membawa kesejahteraan, membawa sukacita dan kemajuan bagi Masyarakat di Kabupaten Kepulauan Aru. 

“Aru menjadi terang, pertanda bahwa kehadiran kita membawa kesejahteraan, kita bawa sukacita, kita bawa kemajuan bagi rakyat di Kabupaten Kepulauan Aru yang kita cintai”. Ujarnya.

Mercy menjelaskan bahwa dalam rapat resmi bersama Pemda Aru di lantai II Kantor BPKAD Kabupaten Kepulauan Aru, telah diambil keputusan bersama untuk penyelesaian 3 PLTD di Provinsi Maluku yang tidak tuntas, dari total 97 PLTD di Maluku dan Maluku Utara. Dari total 97 PLTD tersebut, sebanyak 31 PLTD penyelesaiannya tahap pertama ditahun 2021 dan yang terdapat di Provinsi Maluku itu sebanyak 17 PLTD. Dari 17 PLTD dimaksud, 14 PLTD tuntas, tetapi 3 PLTD tidak tuntas. 3 PLTD yang tidak tuntas yang tidak masuk dalam scenario 97 PLTD yaitu, satu dipulau Wokam, karena masalah tanah. 

Satu di pulau dulah, PLTD-nya sudah siap tapi karena belum ada program BPBL akhirnya belum bisa jalan, dan satu di Pulau Panjang, Seram Bagian Timur. Tinggal 66 PLTD, dan dari 66 PLTD tersebut, 35 PLTD diselesaikan untuk kepentingan seantero 11 kabupaten Kota lainnya, dan dari 35 PLTD tersebut terdapat 9 PLTD di Kabupaten Kepulauan Aru yang harus diselesaikan ditahun 2022. 

9 PLTD yang disebutkan Ibu Mercy Barends dan diharapan bisa dinyalakan dalam waktu dekat yaitu; PLTD Longgar Kecamatan Aru Tengah Selatan di pulau Workay. PLTD Beltubur di kecamatan Aru Selatan Timur pulau trangan. PLTD Wakua, kecamatan Aru tengah pulau Kobror. PLTD Doka Barat kecamatan Aru Selatan pulau trangan. PLTD Koijabi Kecamatan Aru tengah timur di pulau kobror. PLTD Benjuring, kecamatan Aru Utara Timur Batuley, PLTD Kaiwabar kecamatan Aru Tengah Timur pulau Kobror. 

Secara perlahan akan kita selesaikan dan dalam rapat-rapat sebelumnya informasi bahwa mesin didatangkan dari Jerman dan sudah tiba di Jakarta dan itu perlu dirakit dan kemudian dikirim sampai ditempat PLTD berada. Ada 3 PLTD, yang disebutkan Mercy dan yang tidak masuk dalam skema 97 PLTD yang harus diselesaikan bersama-sama dengan kementrian dan PT PLN Persero dalam bentuk KSO (Kerja Sama Operasi) yaitu PLTD Benjina, PLTD Marlase dan PLTD Wokam. 

“Tadi didalam rapat resmi semua pihak telah bersepakat, untuk dalam waktu dekat kita semua upaya dan bila perlu sebelum Natal, listrik sudah bisa menyala di Benjina, Taberfane, Maekor, Wokam, Marlase dan sekitarnya”. Harap Ibu Mercy. (Moses)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SOROT NUSWANTORO NEWS "dari LAMONGAN untuk NUSANTARA"