Sorot Nuswantoro News

Berita Online dan cetak, "CEPAT, TEPAT, LUGAS DAN BERANI" dari LAMONGAN untuk NUSANTARA



Selasa, 22 November 2022

Data Kasus Stunting di Kepulauan Aru Dinilai Tertutup


Kepulauan Aru, SNN.com - Pemerintah Daerah kembali melirik kasus stunting yang terjadi di Daerah Kabupaten Kepulauan Aru dengan rencana penindaklanjutan hasil audit kasus stunting semester II. 

Tahun 2022 Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Aru, Muin Sogaley, SE, menyampaikan dalam sambutannya bahwa Rencana Pembangunan Jangkah Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 menetapkan target penurunan stunting pada anak dibawah usia 2 tahun adalah 14% pada tahun 2024. 

Berdasarkan hasil Survey Status Gizi Indonesia (SSGI), Sebutnya, prevalensi balita stunting di Kabupaten Kepulauan Aru tahun 2021 adalah sebesar 35,8%. 

Wakil Bupati berharap agar terjalinnya kerjasama untuk kerja ekstra, dapat mencapai penurunan stunting di Kabupaten Kepulauan Aru menjadi 14% ditahun 2024. 

“Prevalensi balita stunting di Kabupaten Kepulauan Aru tahun 2021 hasil Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) sebesar 35,8% atau dapat disebut diantara 100 balita terdapat 36 balita yang menderita stunting. Kita perlu kerja ekstra, kerja cerdas dan kerja tepat, guna membawa Kabupaten Kepulauan Aru menuju tercapainya percepatan penurunan stunting menjadi 14% ditahun 2024 yang tinggal 14 bulan lagi.”Sebut Wakil Bupati. 

Pemerintah, katanya berupaya menurunkan stunting di Kabupaten Kepulauan Aru dengan telah dibentuknya Tim Audit Kasus Stunting Kabupaten Kepulauan Aru dengan Surat Keputusan Bupati Kepulauan Aru nomor 440/61.5 tahun 2022. Dalam sambutannya, Wakil Bupati memberikan apresiasi kepada mereka yang tergabung dalam Tim yang telah mengumpulkan data sebagai langkah awal audit. 

“Apresiai kami berikan kepada bapak/ibu yang tergabung dalam tim yang telah melaksanakan pengumpulkan data sebagai langkah awal audit”. Ujarnya. 

Wakil Bupati sebagai penanggungjawab Tim Audit Stunting sekaligus dalam kapasitas selaku pimpinan Daerah, Muin Sogalrey mengingatkan pentingnya transparansi data kasus stunting yang selama ini terkesan tertutup. Sogalrey berharap kedepannya setiap tiga bulan sekali pemuktakhiran data kasus stunting dapat dibagikan kepada Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Kepulauan Aru. 

“Sebagai penanggungjawab Tim Audit Stunting sekaligus dalam kapasitas selaku pimpinan daerah, kami ingatkan pentingnya ketransparansi data kasus stunting yang selama ini terkesan tertutup dalam penyampaiannya kepada Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Kepulauan Aru, meskipun kami telah bersurat meminta data kasus stunting ke dinas teknis terkait. Harapan kami kedepan, kiranya setiap tiga bulan sekali pemutakhiran data kasus stunting di Kabupaten Kepulauan Aru dapat disharing kepada Tim Percepatan Penurunan Stunting sebagai rumah kita bersama dalam kebersamaan kita menyelesaikan masalah stunting di Kabupaten Kepulauan Aru.” Harapnya. (Moses)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SOROT NUSWANTORO NEWS "dari LAMONGAN untuk NUSANTARA"