Sorot Nuswantoro News

Berita Online dan cetak, "CEPAT, TEPAT, LUGAS DAN BERANI" dari LAMONGAN untuk NUSANTARA




Minggu, 18 Juli 2021

Pemasangan Baru Indihome Di Telkom Melak Menelan Biaya Hingga Jutaan Rupiah. M. Rifki: Jika Terbukti Teknisi Bermain Diluar Aturan Akan Kita Pecat


Kutai Barat SNN.com - Banyaknya keluhan konsumen Indihome terkait mahalnya biaya pemasangan baru Indihome di Telkom Melak Kutai Barat (Kubar) menjadi perbincangan publik.

Sejumlah wartawan mendatangi kantor PT Telkom Melak melakukan wawancara bersama kepala unit bisnis Telkom Melak Muhammad Rifki di dampingi kepala Team Leader provisioning Indihome Melak Wiji Kristanto (13/7/2021).

Terkait adanya laporan masyarakat atau konsumen dan sejumlah temuan awak media tentang mahalnya biaya pemasangan Indihome yang mencapai jutaan bahkan puluhan juta rupiah membuat kepala unit bisnis Telkom Melak Muhammad Rifki angkat bicara.

"Ya, kita mendengar keluhan masyarakat soal tingginya biaya pemasangan baru Indihome.
Padahal PT Telkom telah mematok tarif untuk pemasangan baru Indihome itu sudah ada tabelnya sesuai dengan kebutuhan yang di inginkan konsumen.

Terkait adanya temuan/laporan masyarakat kepada wartawan bahwa ada masyarakat yang membayar biaya pemasangan baru Indihome yang mencapai jutaan bahkan puluhan juta rupiah itu di luar ketentuan dari PT Telkom,"ujar Rifki sapaan akrabnya.


Lebih lanjut. Jika hal itu terjadi itu bukan ketentuan dari Telkom Melak tapi merupakan praktik yang dilakukan individu pelaku kejahatan. Oleh sebab itu jika ada teknisi coba-coba bermain diluar ketentuan dan memasang harga diluar yang sudah ditetapkan PT Telkom kita tak ada toleransi dan akan kita pecat, sebab sudah ada tiga orang petugas/teknisi yang sudah kita pecat,"kata Rifki.

Mengingat banyaknya peminat masyarakat ingin memasang Indihome maka tak jarang situasi ini dimanfaatkan oleh oknum yang juga sebagai teknisi di lapangan ingin meraup keuntungan lebih besar. Hal ini dibenarkan oleh kepala Team Leader provisioning Indihome Melak Wiji Kristanto.

"Kita sudah mendengar keluhan konsumen jika ada masyarakat yang mau pasang maka alasan pertama adalah Akses ODP (Optical Distribution Point) sudah penuh jadi belum bisa dipasang. Yang kedua alasan jarak pasang konsumen dari ODP terlalu jauh sedangkan pihak kita hanya dijamin 300 meter kabel, jadi konsumen harus membeli kabel"jelas Wiji.


Rifki dan Wiji sepakat jika terbukti petugas dilapangan menawarkan jasa pemasangan baru Indihome dengan harga mahal maka pihaknya tidak segan-segan akan menindak oknum tersebut bahkan dengan sangsi pemecatan dari tugasnya.

“Sebagai pimpinan. tentu tidak menutup mata terhadap kejadian ini. Sebab dengan praktik ilegal seperti ini artinya telah merusak nama baik Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Kita juga mengimbau kepada masyarakat kalau mau pemasangan baru Indihome sebaiknya langsung datang ke Telkom Melak dengan mengisi formulir permohonan. Dengan demikian bisa terhindar dari pelaku kejahatan praktik ilegal oknum tersebut,"kata Rifki.

Ditambahkannya. Kalau ada konsumen yang dimintai oleh petugas atau teknisi di lapangan agar membayar jutaan rupiah maka segera melapor ke Telkom Melak dan akan kita tindaklanjuti dan kita tegaskan untuk mengembalikan uang konsumen yang telah dimintai petugas dilapangan kemudian kita foto di tempat konsumen untuk di laporkan ke pusat selanjutnya kita pecat,"pungkas Muhammad Rifki.

Reporter : Johansyah.
Editor      : Wafa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SOROT NUSWANTORO NEWS "dari LAMONGAN untuk NUSANTARA"