Sorot Nuswantoro News

Berita Online dan cetak, "CEPAT, TEPAT, LUGAS DAN BERANI" dari LAMONGAN untuk NUSANTARA




Senin, 19 Juli 2021

PT TCM Bantah Jika Disebut Program CSR Tidak Ada. KTT Wahyu Harjanto: Sudah Banyak Yang Kami Bangun


Kutai Barat SNN.Com - Kepala Desa/petinggi kampung Penarung kecamatan Bentian Besar Kabupaten Kutai Barat kembali lontarkan statemen terkait CSR (Program Corporate Social Responsibility) PT Trubaindo Coal Mining (TCM) khususnya dikampung Penarung dinilai kurang efektif alias tidak merata. Hal ini disampaikan Konedi kepala kampung Penarung kepada awak media di Bentian Besar (17/07/2021).

“Kalau CSR tetap ada tetapi sasarannya belum tepat sehingga mandek sampai saat ini,”ujar Konedi beberapa tahun terakhir ada program CSR PT TCM senilai Rp 200 juta per tahun. Tapi dana CSR itu hanya untuk kelompok tani.
Selanjutnya. Dari sisi pemanfaatan juga belum efektif dikarenakan kurang maksimal.

“Bahkan lima tahun ini kami tidak tahu kemana arah CSR itu. Untuk tahun ini tadi diminta untuk peternakan dan hand tracktor tetapi belum jalan.
Saya lihat dari perusahaan selama ini sudah ada pendampingnya, yang perlu ini dari pemerintah. Jadi maunya saya pemerintah dan perusahaan itulah yang bekerja sama,”kata Konedi.

Semestinya program CSR perusahaan tambang itu bisa dilihat secara langsung bahkan dalam jangka panjang. Oleh sebab itu ia bersama anggota DPRD Kubar Mahyudin (Eman) meminta agar memberikan kompensasi dana senilai Rp 8 Miliar agar dibangun sendiri oleh masyarakat. Tujuannya untuk membangun asrama atau rumah singgah yang dibangun di Kota Samarinda, sarana air bersih dan listrik desa.

“Untuk anak sekolah, ketika kita kesana ada rumah singgah terutama kalau bawa orang sakit kan ada rumah singgah. Itu yang saya rindukan dari perusahaan ini baik dari TCM ataupun perusahaan sawit. Yang kedua kami ini bukan ring satu, kami ini didalam ring tapi kami tetap gelap di kampung ini. Maunya saya lampu itu terang benderang jadi hanya dua hal itu
Listrik dan air sama sumber daya tadi aman perusahaan,”ujar Konedi.

Mengenai dana Rp 8 Miliar yang diminta itu juga bagian dari kompensasi perusahaan atas dugaan pencemaran sungai Tunau.

“Ada usulan itu melalui anggota DPRD Kubar Mahyudin (Eman). Dan dengan uang itu jika memang dicairkan perusahaan, itu juga bisa kami bangun sendiri rumah singgah yang saya maksud. Jadi itu bukan pihak pemerintah sendiri yang nuntut tetapi itu kerja sama dengan pihak kampung juga terutama saya selaku petinggi.
Untuk kepentingan umum bukan untuk kepentingan pribadi. Kalau bisa terealisasi itu buat penerangan, rumah singgah sama air bisa terpenuhi semua,”harap Konedi.


Meski demikian dia tak menampik bahwa perusahaan pemegang izin PKP2B itu sudah banyak ikut andil dalam membina kampung Penarung. Ia pun dengan tegas menyebutkan bahwa perusahaan perkebunan kelapa sawit justru masih nihil. Kedepannya ia meminta pemerintah Kutai Barat menggedor perusahaan sawit agar punya tanggungjawab sosial terhadap warga setempat.

“Kontribusi perusahaan sawit sementara ini setahu saya belum. Nda tahu kalau pemerintah sebelumnya. Kalau untuk Borneo Surya Mining Jaya belum ada kontribusinya sama sekali. Disini perusahaan sawit ada dua,” sebut Konedi.

Terkait program CSR Perusahaan di kampung Penarung yang belum merata juga disampaikan ketua Badan Permusyawaratan Kampung ( BPK) Penarung Yeri Toi.

“Harapan kita setelah perusahaan mengakhiri masa tambang seperti pembangunan Kem yang ada di wilayah tata ruang kita itu bisa diserahkan ke kita walaupun melalui pemerintah jadi asset kampung yang bisa dipergunakan oleh masyarakat.

“Kemudian ada hal-hal yang membanggakan perusahaan seperti membuat gedung olahraga, membangun Gapura di simpang itu lebih bagus lagi, jalan dan jembatan itu ditanggung oleh perusahaan langsung kalau bisa,”ujar Yeri.

Yeri menyebutkan dirinya kurang setuju dengan permintaan uang tunai senilai 8 miliar oleh petinggi Penarung, walaupun digunakan untuk pembangunan kampung. Jika diberikan melalui uang tunai ia kuatir tidak tepat sasaran.

“Setahu saya sebagai perwakilan masyarakat ini sebagai badan permusyawaratan kampung itu nggak ada. Kalaupun ada hal yang seperti itu secara pribadi saya menginginkan bukan dalam bentuk uang tapi dalam bentuk pembangunan misalnya jembatan dan jalan. Karena dikasih uang bisa saja tidak tepat sasaran,”katanya.

Atas tuntutan/klaim pemerintah kampung Penarung terkait CSR mendapat tanggapan keras Kepala Teknik Tambang PT TCM-BEK Wahyu Harjanto mengatakan kita banyak sudah program ataupun kontribusi perusahaan kepada masyarakat Penarung termasuk pihak kecamatan Bentian Besar secara umum.

Dimulai program Pendidikan, Kesehatan, sosial budaya hingga infrastruktur. Dari sektor tenaga kerja, banyak warga Bentian yang bekerja di PT TCM-BEK.

“Di kampung Penarung kita memang punya program-program sejak awal tahun 2013 sampai sekarang selalu ada program community development (Comdev). Dan setiap tahun jumlahnya cukup tinggi sampai ratusan juta sudah kita salurkan,"jelas Wahyu.

"Contoh tahun ini ada program Pendidikan yaitu sarana sekolah seperti meja kursi kita sumbangkan di SDN 003 Bentian Besar. Dan kita membantu beasiswa kuliah dua orang dari Penarung, Program kesehatan di posyandu di situasi pandemi covid ini. kita memberikan bantuan covid mulai dari sembako, obat-obatan dan sebagainya itu yang melalui program community development,”jelas Wahyu
di site Bunyut Melak 17 Juli 2021.

Saat ini TCM konsen di program pemberdayaan masyarakat (PPM) melalui 8 pilar yang diamanatkan pemerintah.

“Dan juga ada program pendapatan riil salah satu contohnya masyarakat di sana kebanyakan mau melihara babi kita berikan itu nilainya lebih dari 100 juta. Sedangkan program sosial budaya PT TCM membangun 4 rumah ibadah, sedangkan pembangunan infrastruktur akan dibangun jalan dan jembatan kampung Penarung.

“Dalam waktu dekat ini di kampung Penarung kita bantu semenisasi jalan sepanjang 1, 2 kilo meter dan anggarannya satu miliar lebih.
Pembangunan sarana olahraga, lapangan bulu tangkis, lapangan volly yang nilainya cukup besar sekitar 200an juta,”pungkas KTT TCM-BEK Wahyu Harjanto.

Reporter : Johansyah
Editor      : Wafa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SOROT NUSWANTORO NEWS "dari LAMONGAN untuk NUSANTARA"