Sorot Nuswantoro News

Berita Online dan cetak, "CEPAT, TEPAT, LUGAS DAN BERANI" dari LAMONGAN untuk NUSANTARA




Jumat, 29 Oktober 2021

Antisipasi Masa PSHT ke Madiun, Polres Nganjuk dan Instansi Lainnya Lakukan Penyekatan Di Perbatasan Wilangan - Madiun


Nganjuk, SNN.com - Wilangan- Polres Nganjuk dan jajaranya bersama unsur TNI, Pol PP, Dishub, dan Unit Kesehatan serta Rumkit bhayangkara melakukan kegiatan penyekatan terhadap masyarakat  dari perguruan silat SH Terate yang akan menuju ke Madiun atau saat baliknya. Mengingat hari ini di Magetan ada kegiatan SH Terate Parluh 16.  Jum'at (29/10/2021).

Saat ini masih berlangsung pandemi Corona dan semua kegiatan pengumpulan masa dilarang untuk mencegah kerumunan yang bisa menambah penyebaran virus Corona. Oleh karena itu maka kegiatan di Magetan tersebut diusahakan sekecil mungkin pesertanya. Selain itu yang tak kalah penting adalah antisipasi keributan antar perguruan pencak silat maupun dari perguruan SH Terate itu sendiri, mengingat ada perselisihan di perguruan SH Terate.

Dengan kondisi tersebut maka Polres Nganjuk beserta jajarannya dan instansi lainnya seperti TNI, Satpol-PP Dishub dan unsur kesehatan melakukan upaya pencegahan dengan melakukan penyekatan di perbatasan Nganjuk - Madiun tepatnya di Wilangan mulai Jum'at pagi hingga malam dan sampai Sabtu jika dipandang perlu.


“Sebelumnya sudah dilakukan upaya pencegahan dengan mengumpulkan tokoh perguruan silat baik di Madiun maupun Nganjuk agar pengerahan masa tidak terjadi dan Alhamdulillah dengan berbagai upaya tersebut tidak ada pengerahan masa ke Madiun sehingga situasi berjalan aman terkendali baik di Nganjuk maupun Madiun”, ungkap Kapolres Nganjuk AKBP Jimmy.

Ia menambahkan dengan upaya semua pihak, dan kesadaran massa dari SH Terate diharapkan untuk tidak pergi ke Madiun dan membuat situasi mrnjadi kondusif di seluruh wilayah Madiun dan kota lain termasuk di Nganjuk.

Reporter : Sunardi
Editor      : Wafa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SOROT NUSWANTORO NEWS "dari LAMONGAN untuk NUSANTARA"