Sorot Nuswantoro News

Berita Online dan cetak, "CEPAT, TEPAT, LUGAS DAN BERANI" dari LAMONGAN untuk NUSANTARA




Minggu, 11 Juli 2021

Pelelangan Proyek Pekerjaan Kapal Penanggkap Ikan di Aru Harus Dilaksanakan Sesuai Prosudur


Kepulauan Aru, SNN.com - Proses pelelangan pekerjaan kapal penangkapan ikan ukuran 5 GT Faber Clasyang dianggarkan di Dinas Perikanan Kabupaten Kepulauan Aru melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2021 dengan alat tangkap Haen Line mesin ketinting 2, 4 milyar sudah berjalan.

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Kepulauan Aru, Ricky Bothmir mengharapkan, dalam pelaksanaan proses tender, jangan ada sistim Kong kalikong antar oknum di dinas yang menangani proyek tersebut dengan kontraktor tertentu. "Apalagi kontraktor dari luar daerah," harap Ricky.

Menurut pemuda asal Aru Selatan yang juga diketahui selaku ketua tim pemenang Join jilid dua itu, setiap tahunnya pemerintah daerah berupaya keras untuk memberdayakan para nelayan lokal di daerah penghasil ikan terbesar se Asia ini melalui pengadaan alat transportasi maupun alat tangkap.

Namun, sangat disayangkan, upaya pemerintah daerah melalui proyek pengadaan alat transportasi (Spid boat dan kedo - kedo) melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai milyaran rupiah diduga tak dinikmati oleh para nelayan di Aru.

"Pasalnya, kontraktor yang menangani proyek tersebut diduga hanya bekerja asal jadi yang penting pundi - pundinya bisa terisi penuh, sementara kepentingan nelayan di Aru semakin tersandera," kesal Bothmir.

Dilain pihak, salah satu tokoh pemuda asal Aru Tengah yang enggan disebutkan nama dalam pemberitaan ini menegaskan, pemerintah daerah dibawah kepemimpinan dr.Johaan Gonga dan Muin Sogalrey mesti serius dengan persolan ini.

"Pemda harus serius melihat persolan ini, kontraktor di Aru yang mengikuti proses tender pekerjaan kapal penangkapan ikan ukuran 5 GT Faber Clas Tahun 2021 ini harus diberdayakan karena mereka yang lebih paham tentang geografis daerah ini. Tentunya, mereka dalam mengerjakan pekerjaan itu akan lebih fokus ke kwalitas sesuai kondisi daerah, ujarnya

Senada, salah satu tim pemenang Jon jilid II meminta, Bupati Kepulauan Aru Johan Gonga untuk lebih fokus memberdayakan para kontraktor lokal yang mengikuti proses tender proyek pekerjaan kapal penangkapan ikan ukuran 5 GT Faber Clas tersebut.

"Kenapa, kontraktor lokal di Aru ini yang lebih paham dengan apa yang menjadi dambaan para nelayan di daerah ini. Bukan kontraktor di luar. Apalagi selama ini mereka kontraktor di luar yang menang kemudian mengerjakan pekerjaan Spid boat maupun kedo - kedo di tahun sebelumnya tak memiliki izin amdal," tandasnya, Minggu (10/7).

Hal yang sama disampaikan Ketua Komunitas Pemuda Pemerhati Lingkungan Aru, Rulan Kobrua. Dia menegaskan apabila kontraktor luar yang tidak mengantongi ijin lingkungan dari Pemda Aru maka dipastiakan dia akan melakukan aksi turun ke jalan dan mencegat aktifitas kontraktor luar di daerah ini.

"Intinya, Pemda harus fokus untuk memberdayakan kontraktor lokal, bukan kontraktor luar yang mencari keuntungan di daerah ini. Dan kepada Pokja ULP yang mengevaluasi tahapan tender pekerjaan ini. Kenapa, disinyalir ada Kong kali kong oknum di dinas perikanan yang menangani pekerjaan ini sehingga kontraktor lokal  diabikan walau mereka sudah berupaya mengikuti tender sesuai prosedur, "Tandas Kobrua.

Reporter : Nus Yerusa
Editor      : Wafa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SOROT NUSWANTORO NEWS "dari LAMONGAN untuk NUSANTARA"