Sorot Nuswantoro News

Berita Online dan cetak, "CEPAT, TEPAT, LUGAS DAN BERANI" dari LAMONGAN untuk NUSANTARA

Selasa, 11 November 2025

Pimpin Upacara Hari Pahlawan Nasional Bupati Kaidel Ajak Warga Teladani Semangat & Pengorbanan Para Pahlawan Bangsa

Kepulauan Aru, SNN.com - Dengan Tema, Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan, Pemda Kabupaten Kepulauan Aru, menggelar Upacara Hari Pahlawan Nasional tahun 2025 dalam suasana aman dan penuh makna. Upacara dipimpin langsung oleh Bupati Aru, Timotius Kaidel, bertempat di Lapangan Upacara kantor Bupati Aru, senin 10/11/25. 

Turut hadir, wakil Bupati Aru Drs. Moh. Djumpa M. Si, sekertaris daerah, J. Ubyaan S. Sos. Kapolres Kepulauan Aru, AKBP Albert Perwira Sihite S.I.K. MH, Danlanal Aru, Kajari Kepulauan Aru. Pimpinan dan anggota DPRD Aru, serta para pimpinan OPD lingkup Pemkab Aru.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kaidel membacakan amanat Menteri Sosial Republik Indonesia yang mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk meneladani semangat dan pengorbanan para pahlawan bangsa. Dikatakan, mengenang nama dan jasa para pahlawan, bukan sekadar nama yang terukir di batu nisan, melainkan cahaya yang menerangi jalan kita hingga hari ini. 

“Di bawah langit Indonesia yang merdeka, kita menundukkan kepala penuh hormat mengenang para pahlawan bangsa. Mereka bukan sekadar nama yang terukir di batu nisan, melainkan cahaya yang menerangi jalan kita hingga hari ini,” Ucap Bupati Kaidel dalam amanatnya. 

Dalam amanat, disebutkan, bahwa dari Surabaya hingga Banda Aceh, dari Ambarawa hingga Biak, para pahlawan berjuang bukan demi dirinya sendiri, tetapi demi masa depan bangsa yang bahkan belum mereka kenal. 
Para Pahlawan mengajarkan kepada kita, sebutnya, bahwa kemerdekaan tidak jatuh dari langit, tetapi Kemerdekaan lahir dari kesabaran, keberanian, kejujuran, kebersamaan, dan keikhlasan.

Dijelaskan, ada tiga hal yang harus di teladani dari para pahlawan bangsa, yaitu: 
Pertama, “Kesabaran Para Pahlawan”. Mereka sabar menempuh ilmu, sabar menyusun strategi, sabar menunggu momentum, dan sabar membangun kebersamaan di tengah segala keterbatasan. Mereka tetap bersabar meski menghadapi perbedaan pandangan dan jalan perjuangan. Dari kesabaran itulah, lahir kemenangan, karena mereka tahu bahwa kemerdekaan tidak diraih dengan tergesa-gesa, tetapi ditempa oleh waktu dan keikhlasan.

Kedua, “Semangat Untuk Mengutamakan Kepentingan Bangsa Di Atas Segalanya”. Setelah kemerdekaan diraih, para pahlawan tidak berebut jabatan, tidak menuntut balasan, tidak mengincar apa yang ditinggalkan penjajah. Mereka justru kembali ke rakyat, mengajar, membangun, menanam, dan melanjutkan pengabdian. Di situlah letak kehormatan sejati bukan pada posisi yang dimiliki, tetapi pada manfaat yang ditinggalkan.

Ketiga, “Pandangan Jauh Ke Depan”. Para pahlawan berjuang untuk generasi yang akan datang, untuk kemakmuran bangsa yang mereka cintai. Dan menjadikan perjuangan ini sebagai bagian dari ibadah, darah dan air mata mereka adalah doa yang tak pernah padam. Menyerah berarti meninggalkan amanah kemanusiaan. Ini adalah modal besar bagi generasi kita saat ini.Semangat perjuangan yang pantang menyerah, adalah kekuatan bagi kita dan  generasi mendatang untuk meneruskan cita-cita para pahlawan yang selama ini telah ditunaikan.

Di masa kini, lanjut Kaidel, perjuangan tidak lagi dengan bambu runcing, melainkan dengan ilmu, empati, dan pengabdian. Namun semangatnya tetap sama; membela yang lemah,  
memperjuangkan keadilan, dan memastikan tidak ada satu pun anak bangsa yang tertinggal dari arus kemajuan.

Inilah semangat yang terus dihidupkan melalui Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, mulai dari memperkuat ketahanan nasional, memajukan pendidikan, menegakkan keadilan sosial, hingga membangun manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya.

Menteri Sosial dalam amanatnya mengajak generasi Bangsa Indonesia, untuk berjanji tidak akan menyia-nyiakan Kemerdekaan. 
“Hari ini, mari kita bersyukur dan berjanji, bahwa kemerdekaan ini tidak akan sia-sia. Kita akan melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan cara kita, bekerja lebih keras, berpikir lebih jernih, dan melayani lebih tulus. Sebagaimana para pahlawan telah memberikan segalanya untuk Indonesia, maka kini giliran kita menjaga agar api perjuangan itu tidak pernah padam. Dengan bekerja, bergerak dan berdampak”. Ajaknya. (Moses)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SOROT NUSWANTORO NEWS "dari LAMONGAN untuk NUSANTARA"