Sorot Nuswantoro News

Berita Online dan cetak, "CEPAT, TEPAT, LUGAS DAN BERANI" dari LAMONGAN untuk NUSANTARA



Selasa, 29 Maret 2022

Mas Bupati Harapkan UMKM Tuban Bisa Manfaatkan Kesempatan, Sesuai Instruksi Presiden Belanja APBN - APBD 40 Persen Produk Lokal


Tuban, SNN.com - Pemerintah Kabupaten Tuban terus mendorong UMKM lokal bisa bersaing di kancah nasional. Melalui instruksi Presiden Joko Widodo tentang pembelanjaan 40 persen APBD menggunakan produk UMKM lokal, pelaku UMKM harus melihat hal tersebut sebagai peluang.

Hal tersebut di sampaikan Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, SE kepada awak media saat menghadiri pembukaan cafe milik anggota DPRD Provinsi Agung Supriyanto, oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, di Kelurahan Gedongombo Semanding Kabupaten Tuban. Senin,( 28/3/2022 ) Sore.

Mas Bupati mengatakan, program One Village One Product ( OVOP ) yang di gagasnya disambut baik oleh Pemerintah Pusat. Hal tersebut menjadi kesempatan untuk UMKM Tuban untuk masuk pada e-katalog. “ Pemerintah menargetkan 40 persen penyerapan belanja harus produk UMKM. Untuk itu, seluruh sektor UMKM kita harus melihat ini sebagai peluang,” bebernya.

Mas Bupati menjelaskan, dari target 400 milyar rupiah yang di berikan, sudah ada 200 milyar produk UMKM lokal Tuban yang bisa di fungsikan.“ Harapannya, April nanti penyerapan sudah bisa 40 persen,” lanjutnya.

Soal pemasaran, Pemkab Tuban terus membuat event yang dapat melibatkan UMKM lokal, agar ada promosi dan penyerapan produk dapat dilakukan secara maksimal. Seperti event car free night, yang melibatkan lebih dari 160 pelaku UMKM.“ Ini contoh pemasaran kongkrit, dan kebijakan ini akan kita teruskan dan kuatkan,” tutur Mas Bupati.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan Kontribusi UMKM Jawa Timur telah menyumbang Produk Domestik Regional Bruto ( PDRB ) sebesar 57,25 persen. Dukungan Pemerintah Provinsi untuk terus mendorong UMKM berkembang melalui penyerapan produk lokal. Hal tersebut sesuai dengan mandat Presiden Joko Widodo jum’at lalu, melalui rapat koordinasi bersama seluruh Kepala Daerah baik Bupati, Wali Kota dan Gubernur. 


Sesuai arahan Presiden Joko Widodo tahun ini target belanja APBN dan APBD mencapai 400 triliun untuk produk dalam negeri terutama UMKM.“ Provinsi Kabupaten/ Kota di Indonesia di target 200 triliun rupiah. Untuk Pemprov Jawa Timur, Kabupaten/Kota di target 26,8 Triliun,” jelas Khofifah.

Khofifah menjabarkan, estimasi untuk semua Kabupaten/Kota di Jawa Timur membelanjakan produk dalam negeri senilai  26,8 persen, maka akan menambah pertumbuhan ekonomi di Jatim sebanyak 0,8 persen.“ Jika 400 akan menambah pertumbuhan ekonomi 1,5 hingga 1,7 persen secara Nasional,” bebernya.

Selain itu, untuk pertumbuhan pengadaan barang dan jasa ( PPBJ ) juga terus di dukung, sebab nantinya akan ada potensi perekrutan tenaga kerja, yang di barengi dengan sektor real yang akan bergerak lebih massive.“ Ada produk alat pertanian, alutsista, dan lainnya yang nantinya dapat memantik sektor real untuk berkembang,” tutupnya. (Agus)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SOROT NUSWANTORO NEWS "dari LAMONGAN untuk NUSANTARA"